BANTUL - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bantul mencatat, dari 75 kalurahan yang ada di Bantul baru ada 12 perpustakaan tingkat kalurahan yang aktif.
Kepala Dispusip Bantul Dian Mutiara Sri Rahmawati mengatakan, rincian dari 63 lainnya yakni sebanyak 26 kalurahan memiliki perpustakaan semi aktif, 33 kalurahan tidak aktif, dan empat kalurahan belum mempunyai perpustakaan.
"Memang kalurahan yang mempunyai perpus masih sangat minim," jelasnya Kamis (8/1/2026).
Upaya untuk mengaktifkan perpustakaan yang ada di tingkat kalurahan, dengan cara pihaknya akan melakukan kunjungan sebanyak satu bulan sekali ke perpustakaan di tingkat kalurahan.
"Nanti akan kita cek kesiapan perpustakaan sudah sampai mana," katanya.
Lanjutnya, belum lama ini tepatnya Selasa (6/1/2026) di Padukuhan Siluk 1, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri baru saja meresmikan perpustakaan yang dinamai Perpustakaan Narasi.
"Perpustakaan itu diinisiasi oleh mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) yang ada di kalurahan tersebut," katanya.
Baca Juga: Dinkes Bantul Catat Sebanyak 237 Kasus Leptospirosis Sepanjang 2025, Merata di 17 Kapanewon
Perpustakaan Narasi ini, berada di rumah RT yang ada di Padukuhan Siluk 1. Penempatan perpustakaan di rumah tersebut, dinilai strategis.
Sebab, tempat tersebut sering dijadikan tempat berkumpul seperti, pusat komunitas, acara pertemuan, dan pelatihan.
Ia menambahkan, penguatan perpustakaan kalurahan sejalan dengan misi Bupati Bantul Abdul Halim Muslih yakni mewujudkan transformasi sumber daya manusia menuju masyarakat yang tangguh, produktif, dan berdaya saing.
Menurutnya, salah satu aspek penting dalam mewujudkan hal tersebut adalah peningkatan pengetahuan masyarakat, terlebih pendidikan merupakan kewenangan wajib dasar pemerintah.
Dispusip Bantul, lanjut dia, mendukung penguatan literasi sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat.
Perpustakaan tidak hanya menyediakan buku pelajaran sekolah, tetapi juga berbagai buku pengetahuan dan teknis, seperti pertanian, keterampilan memasak, hingga keterampilan praktis lainnya.
“Koleksi buku yang beragam di perpustakaan diharapkan dapat meningkatkan literasi masyarakat, sehingga pengetahuan yang diperoleh bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Selain itu, keberadaan perpustakaan di tingkat kalurahan juga diharapkan menjadi salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gawai.
Ia menilai, maraknya penggunaan media sosial di kalangan anak perlu diimbangi dengan alternatif kegiatan positif, salah satunya melalui penyediaan buku cerita dan bacaan edukatif.
“Tujuan akhirnya adalah mendukung upaya mencerdaskan masyarakat Bantul melalui penguatan literasi di perpustakaan,” tambahnya. (cin)
Editor : Winda Atika Ira Puspita