BANTUL - Intensitas hujan yang tinggi, menyebabkan bak penampungan permanen air bersih (reservoir) berukuran 3x3 meter amblas di Mojosari, Srimartani, Piyungan Jumat (2/1/2026).
Peristiwa tersebut berpotensi membahayakan kamar mandi warga yang ada di Mojosari, karena dikhawatirkan roboh dan menimpa fasilitas rumah.
"Kemarin hari Ahad (Minggu, Red) kami BPBD Bantul dan DIY, FPRB (forum pengurangan resiko bencana) serta tokoh masyarakat ke sana melakukan pembongkaran reservoir air," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Mujahid Amirudin Senin (5/1/2026).
Baca Juga: Manchester United Dikabarkan Inginkan Oliver Glasner untuk Gantikan Posisi Ruben Amorim
Dia menjelaskan, sejatinya bangunan bak penampungan itu sudah tidak berfungsi sekitar lima tahun terakhir karena adanya pergerakan tanah di sekitar lokasi.
Pun reservoir tersebut miring. Sehingga dilakukan pembongkaran.
"Karena lokasinya yang tidak mudah dijangkau, jadi baru bisa dilakukan pembongkaran 30 sampai 40 persen, selanjutnya akan dikoordinasi lagi," tuturnya.
Menurutnya, warga sudah beralih menggunakan sumur sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari sejak bak penampungan tersebut tak difungsikan.
Selain itu, wilayah tersebut bukan kategori rawan kekeringan, maka bak penampungan yang berpotensi membahayakan tersebut tidak masalah jika tidak difungsikan.
"Jadi hanya dibongkar saja, tidak ada rehab atau pembangunan kembali," tambahnya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita