BANTUL - Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul mencatat wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang datang ke Bantul mencapai 136.897 orang. Jumlah itu terhitung sejak 20 Desember 2025 sampai 1 Januari 2026. Pada rentang yang sama pendapatan asli daerah (PAD) mencapai Rp 1.977.156.500.
Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul Markus Purnomo Adi mengatakan, puncak kunjungan wisatawan saat libur Nataru terjadi pada Kamis (1/1). Kunjungan mencapai 20.356 orang dengan pendapatan sebanyak Rp 296.427.000.
“Paling ramai di Parangtritis, disusul pantai bagian barat, lalu Gua Selarong, dan Gua Cerme,” katanya Jumat (2/1).
Sedangkan akumulasi kunjungan pada Desember 2025 mencapai 183.788 orang. Dengan pendapatan menyentuh Rp 2.660.781.000. Namun, angka tersebut turun dibanding tahun sebelumnya yang bisa mencapai 256.125 kunjungan dengan pendapatan sebanyak Rp 3.707.647.500.
“Kalau dari Januari sampai Desember 2025 ada kunjungan sebanyak 1.848.776 dengan pendapatan mencapai Rp 26.765.877.000,” katanya.
Artinya PAD pariwisata tahun ini tidak sesuai target yang telah ditetapkan. PAD 2025 baru mencapai 54,6 persen dari Rp 49 miliar. “Dibanding 2024, PAD 2025 turun sekitar 28 persen,” katanya.
Diketahui, PAD 2024 mencapai Rp 30.667.876.500 dengan kunjungan wisatawan mencapai 2.373.156 orang.
Melihat PAD pariwisata tidak sesuai target yang ditetapkan, Kepala Dispar Bantul Saryadi tidak berani menargetkan PAD terlalu tinggi tahun ini. “PAD pariwisata kita turunkan menjadi Rp 29 miliar, mendekati angka realistis,” katanya.
Menurutnya, selama tiga sampai empat tahun terakhir, target PAD pariwisata selalu tinggi yakni sebesar Rp 49 miliar. Namun angka tersebut belum pernah tercapai. Maka dari itu, pihaknya menurunkan target yang telah ditetapkan sebelumnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita