BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat kebakaran mencapai 204 kejadian sejak Januari hingga 24 Desember.
Dari beberapa faktor penyebab, salah satunya karena unsur kesengajaan.
Kepala Bidang Damkarmat BPBD Bantul Irawan Kurnianto mengatakan, pemicu terjadinya kebakaran dikarenakan kebocoran gas, kelalaian, korsleting listrik, pembakaran sampah dan barang bekas, serta faktor kesengajaan.
"Faktor kesengajaan, karena adanya perkelahian antarsaudara sampai membakar motor dan merambat ke rumah," terangnya Kamis (25/12/2025).
Selain menangani kebakaran di wilayah Bantul, pihaknya juga menangani kebakaran di luar wilayah Bantul sebanyak 16 kejadian.
Ia mengimbau kepada warga agar menggunakan peralatan listrik yg sudah ber-standar nasional Indonesia (SNI) dan hindari penggunaan stop kontak secara bertumpuk.
"Lepas peralatan listrik jika sudah tidak terpakai dan cek kembali atau matikan peralatan listrik jika akan bepergian dalam jangka waktu yang lama," imbaunya.
Jika terpaksa harus membakar sampah, dia mengimbau agar dijauhkan dari bahan yang mudah terbakar dan tidak meninggalkan jika masih ada bara api yang menyala.
"Hindari membakar sampah saat ada angin yang bertiup kencang," tuturnya.
Pun masyarakat diajak agar selalu menyediakan alat pemadam api ringan (Apar) di rumah masing-masing dan jika ada kejadian kebakaran atau kedaruratan bisa hubungi Pusdalops BPBD Bantul di 0274 6462100 (call/WA) atau di call center Bantul 112 (bebas pulsa).
Sementara itu, Pusdalops PB BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah mengatakan, pihaknya gencar sosialisasi, pelatihan, dan membentuk relawan pemadam kebakaran agar kejadian kebakaran di Bantul bisa diminimalisasi.
"Termasuk kegiatan inspeksi peralatan," imbuhnya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita