BANTUL - Program makan bergizi gratis (MBG) di SMP Negeri (SMPN) 2 Kretek tetap berjalan meski sekolah memasuki masa libur.
Untuk memastikan seluruh siswa tetap menerima haknya, sekolah menerapkan mekanisme pengambilan langsung, penitipan, hingga pengantaran ke rumah siswa.
Kepala SMPN 2 Kretek Setyo Mawarto mengatakan, sejak libur sekolah dimulai Senin (22/12/2025), siswa tetap diminta datang ke sekolah untuk mengambil paket MBG.
Namun, bagi siswa yang tidak memungkinkan hadir, sekolah menyiapkan mekanisme alternatif.
“Bagi siswa yang bepergian atau tidak bisa datang, MBG tetap disalurkan dengan cara dititipkan atau diantar,” kata Setyo saat dihubungi melalui telepon, Kamis (25/12/2025).
Dia menjelaskan, guru turut berperan dalam proses distribusi. Guru yang rumahnya berdekatan dengan siswa membantu pengantaran MBG agar tetap sampai ke tangan penerima.
Meski demikian, sebagian besar siswa tetap mengambil MBG secara langsung ke sekolah.
Namun, untuk siswa yang keluar kota, pendistribusian dilakukan dengan cara berbeda.
“Kalau anaknya ke luar kota, ada yang diantar ke rumahnya, ada juga yang dititipkan ke siswa lain yang rumahnya dekat dengan rumah anak yang tidak bisa mengambil,” ujarnya.
Kendati begitu, distribusi MBG selama libur berjalan lancar dan mayoritas tersalurkan dengan baik.
Kalaupun ada sisa, jumlahnya sangat terbatas. “Kebanyakan diambil, ada sisa tapi sedikit, tidak banyak,” ucapnya.
Sisa MBG tersebut tidak dibuang, tetapi dimanfaatkan untuk guru piket yang berjumlah sekitar sepuluh orang.
Selama masa libur, menu MBG juga disesuaikan. Sekolah memberikan menu kering seperti buah, roti, kacang, susu, dan telur.
Meski sederhana, menu tersebut tetap memenuhi kebutuhan gizi berupa protein, karbohidrat, lemak, dan energi.
Adapun, jumlah penerima MBG di SMPN 2 Kretek tercatat sebanyak 374 siswa yang berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Donotirto Kretek 3.
Biasanya siswa mengambil MBG mulai pukul 08.00 atau menyesuaikan dengan jadwal kedatangan makanan.“Komunikasinya lewat HP, lewat grup WA,” jelasnya.
Baca Juga: Pembangunan SDN Bugel Kulon Progo Molor, Kontraktor Didenda Rp 17 Juta
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul Hermawan Setiaji memastikan distribusi MBG tetap berjalan meski sekolah libur, menyesuaikan dengan jadwal sekolah.
Menurutnya, mekanisme pendistribusian selama libur diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing sekolah agar lebih fleksibel.
Ia juga menyebut, jumlah SPPG di Bantul terus bertambah. “Saat ini ada 91 SPPG. Sebanyak 74 sudah aktif, sementara 17 lainnya belum operasional,” katanya.
Hermawan menambahkan, empat SPPG yang sempat dicabut kini telah kembali beroperasi.
Selain itu, sekitar 40 SPPG masih dalam tahap persiapan pembangunan.
“Jika seluruhnya siap beroperasi, jumlah SPPG di Bantul diperkirakan mencapai sekitar 131,” tambahnya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita