Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspada Nataru! RSUD Bantul Pastikan Layanan Darurat Tetap Berjalan, Ini yang Ditutup Sementara

Cintia Yuliani • Minggu, 21 Desember 2025 | 03:53 WIB
 
ANTRE: Pasien sedang mengantre untuk pemeriksaan di RSUD Panembahan Senopati Sabtu (20/12/2025).
ANTRE: Pasien sedang mengantre untuk pemeriksaan di RSUD Panembahan Senopati Sabtu (20/12/2025).
 
BANTUL - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul menyiapkan sejumlah skema pelayanan untuk menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
 
Langkah ini dilakukan menyusul potensi eskalasi kunjungan dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan selama Nataru. 
 
Direktur RSUD Panembahan Senopati Athobari mengatakan, akhir tahun biasanya terjadi peningkatan mobilitas masyarakat karena adanya hari libur yang cukup panjang.
 
Baca Juga: Dedi Budiono Terpilih Ketum KONI Jogja Periode 2026-2030, Target Juara Tinggi!
 
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan layanan kesehatan.
 
“Untuk itu kami menyiapkan segala sesuatu berkaitan dengan pelayanan di hari libur tersebut, supaya masyarakat yang merayakan maupun menikmati liburan bisa lebih nyaman, tenang, dan menikmati liburan dengan selamat,” ujarnya saat konferensi pers di RSUD Panembahan Senopati Sabtu (20/12/2025). 
 
Athobari menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dan menyiapkan kesiapsiagaan layanan selama libur Natal dan Tahun Baru. 
 
Baca Juga: Ada Atlet Cilik TK! 946 Pelajar Ramaikan Lintasan Atletik Rebut Piala Ratu Hemas 2025
 
Adapun skema pelayanan yang disiapkan RSUD Panembahan Senopati antara lain, tanggal 25 dan 26 Desember 2025 pelayanan poliklinik rawat jalan dan rehabilitasi medik ditutup dan kembali buka pada Sabtu, 27 Desember.
 
Libur poliklinik dan rehabilitasi medik tersebut juga berlaku pada 1 Januari 2026.
 
“Sejak November sudah kita antisipasi. Jadwal kontrol pasien kita majukan satu hari sebelumnya, sehingga perencanaan ini sudah dilakukan sejak satu bulan lalu,” jelasnya.
 
Baca Juga: Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Lumpuhkan Sleman, Empat Kapanewon Terdampak: Akses Jalan, Jaringan Listrik hingga Internet Terganggu
 
Ia menegaskan, penutupan rawat jalan dan fisioterapi dilakukan karena layanan tersebut bukan bersifat darurat atau emergensi. 
 
Sebagai rumah sakit rujukan, mayoritas pasien rawat jalan merupakan pasien kontrol rutin sehingga jadwalnya bisa diatur jauh hari tanpa mengurangi kualitas dan mutu pelayanan.
 
“Yang kita tutup hanya rawat jalan dan aktivitas medik seperti fisioterapi. Untuk pelayanan darurat tidak bisa sewaktu-waktu ditutup dan tetap harus dilayani,” katanya.
 
Baca Juga: Pantai hingga Jalur Mudik Dijaga Ketat, Basarnas Yogyakarta Turunkan 91 Personel Amankan Nataru
 
Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap buka 24 jam.
Masyarakat yang membutuhkan layanan darurat tetap bisa mendapatkan pelayanan kapan pun selama libur Nataru.
 
Lanjutnya, pelayanan hemodialisa atau cuci darah serta kemoterapi tetap berjalan sesuai jadwal.
 
Tidak ada hari libur untuk layanan tersebut, termasuk pada 25 dan 26 Desember meskipun bertepatan dengan tanggal merah.
 
Baca Juga: Hasil BRI Super League: Dewa United Bantai Persis Solo, Definisi Mantan Memang Menyakitkan bagi Laskar Sambernyawa Saat Messidoro Brace
 
Tim Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) juga disiagakan 24 jam.
 
Layanan ini diperuntukkan bagi ibu dan anak, khususnya untuk persalinan maupun kondisi kegawatdaruratan.
 
Pelayanan instalasi dan unit pelayanan lain berjalan sebagaimana mestinya.
 
Baca Juga: Kemenkop dan LPDB Koperasi Perkuat 300 Talenta PMO Kopdes Merah Putih
 
Pengaturan jadwal dilakukan oleh masing-masing kepala instalasi, unit, atau kelompok staf medis. 
 
"Layanan rawat inap, farmasi, dan laboratorium tetap siaga dan beroperasi 24 jam, termasuk seluruh kebutuhan penunjang rumah sakit," katanya. 
 
Selain persiapan pelayanan internal, RSUD Panembahan Senopati Bantul juga menyiapkan tim internal Hospital Disaster Plan (HDP) serta sarana transportasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana massal.
 
Baca Juga: Merayakan Natal yang Sederhana, Namun Terasa Hangat dan Bermakna
 
Mengingat saat ini memasuki musim hujan, potensi bencana alam juga menjadi perhatian rumah sakit.
 
“Sistem HDP ini sewaktu-waktu bisa diaktifkan untuk mengantisipasi terjadinya bencana. Nantinya ada tim yang dikomandani oleh direktur pelayanan penunjang," terangnya. 
 
Jika terjadi bencana massal, mekanisme akan langsung berjalan, mulai dari mobilisasi karyawan, optimalisasi tempat tidur, hingga persiapan logistik sesuai skala bencana, baik kecil, sedang, maupun besar.  (cin)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Layanan Darurat #Libur NATARU #RSUD Panembahan Senopati #Bantul #RSUD Bantul #layanan khusus