Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Upacara Hari Bela Negara di Bantul, Semangat PDRI Kembali Diteguhkan

Cintia Yuliani • Sabtu, 20 Desember 2025 | 04:12 WIB

 

ASN saat mengikuti upacara Hari Bela Negara di Lapangan Paseban Jumat (19/12)
ASN saat mengikuti upacara Hari Bela Negara di Lapangan Paseban Jumat (19/12)

BANTUL - Upacara peringatan Hari Bela Negara yang digelar di Lapangan Paseban, Jumat (19/12) menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen seluruh elemen bangsa dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, setiap tanggal 19 Desember, bangsa Indonesia mengenang berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukit Tinggi tahun 1948, saat agresi militer Belanda II mengancam eksistensi republik. Peristiwa tersebut menjadi bukti nyata semangat bela negara mampu menjaga Indonesia tetap berdiri di tengah situasi paling genting.

Saat ini, kata dia, dunia berada dalam dinamika yang sangat cepat dan penuh ketidakpastian. geopolitik, krisis energi, disrupsi teknologi, hingga arus informasi yang mudah dimanipulasi menjadi tantangan nyata bagi seluruh bangsa.

Ancaman terhadap negara pun tidak lagi bersifat konvensional, melainkan hadir dalam bentuk perang siber, gerakan radikalisme, hingga ancaman bencana alam yang semakin sering terjadi.

 Baca Juga: Anggota Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto Bantu Budi Daya Ikan Kalurahan Banyuroto, Diharapkan Jadi Penyangga Program MBG

“Dalam situasi seperti ini, semangat bela negara harus menjadi kekuatan kolektif seluruh warga negara Indonesia,” terangnya di Lapangan Paseban Bantul Jumat (19/12).

Pada peringatan Hari Bela Negara ke-77 ini, lanjutnya, bangsa Indonesia juga diingatkan pada saudara-saudara di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang tengah diuji oleh bencana alam.

 Baca Juga: Libur Nataru Sebentar Lagi, Ini Destinasi Wisata di Yogyakarta yang Wajib Kamu Kunjungi

Ketiga wilayah tersebut memiliki sejarah luar biasa dalam perjalanan republik, sehingga apa yang mereka hadapi hari ini merupakan panggilan bagi seluruh bangsa untuk hadir dan membantu.

“Dari Aceh kita belajar tentang keteguhan sebuah wilayah yang sejak masa kerajaan telah menjadi benteng pertahanan Nusantara,” katanya.

Pada masa revolusi kemerdekaan, Aceh dikenal sebagai daerah modal karena dukungan rakyatnya, baik dalam bentuk logistik maupun pesawat yang menjadi penopang diplomasi dan perjuangan republik. Tanpa keteguhan masyarakat Aceh, perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak akan sekuat yang dikenal saat ini.

 

Sementara itu, Sumatra Utara menjadi salah satu pusat perlawanan terhadap agresi Belanda. Perjuangan rakyat Medan area dan perlawanan heroik di berbagai wilayah menunjukkan bahwa Sumatra Utara merupakan kawasan strategis yang menjaga kesinambungan Republik Indonesia. Ketangguhan rakyat Sumatra Utara menjadi bagian dari fondasi berdirinya negara.

“Dari Sumatra Barat, khususnya Bukit Tinggi, lahir PDRI yang menyelamatkan republik dalam masa paling kritis. Ketika ibu kota negara diduduki, justru dari Sumatra Barat lah republik tetap hidup,” bebernya.

Tanpa keberanian para pemimpin dan rakyat di wilayah tersebut, sejarah Indonesia akan sangat berbeda dan peringatan Hari Bela Negara tidak akan memiliki makna seperti hari ini. Karena itu, tanpa Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sejarah bangsa dan negara tidak akan lengkap. Ketiganya bukan hanya bagian dari perjalanan masa lalu, tetapi fondasi yang menegaskan bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa ini.

Momentum peringatan Hari Bela Negara ini diharapkan menjadi pengingat bahwa cinta tanah air harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Mulai dari hadir membantu sesama yang tertimpa bencana, menjaga ruang digital dari hoaks, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, hingga berkontribusi aktif dalam pembangunan.

“Mari kita bersama-sama meneguhkan tekad yang kuat untuk Indonesia yang maju dan Indonesia yang selalu mampu bangkit menghadapi setiap tantangan,” pungkasnya. (cin)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#pemerintah darurat republik indonesia #Agresi Militer Belanda #bukit tinggi #pdri #Bupati Bantul Abdul Halim Muslih #Hari Bela Negara