Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menghindari Penyalahgunaan Bantuan Alsintan, Kalurahan Sabdodadi Sosialisasi ke Gapoktan

Cintia Yuliani • Sabtu, 20 Desember 2025 | 14:45 WIB

 

 

SOSIALISASI: Kalurahan Sabdodadi sedang melakukan sosialisasi kepada Gapoktan mengenai pemanfaatan bantuan alat mesin pertanian Jumat (19/12).
SOSIALISASI: Kalurahan Sabdodadi sedang melakukan sosialisasi kepada Gapoktan mengenai pemanfaatan bantuan alat mesin pertanian Jumat (19/12).

BANTUL - Berawal dari kekhawatiran potensi penyalahgunaan bantuan alat mesin pertanian (alsintan), Kalurahan Sabdodadi melakukan sosialisasi penggunaan alsintan berupa combine harvester kepada gabungan kelompok tani (gapoktan). Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan bantuan di tingkat kelompok.

Lurah Sabdodadi Siti Fatimah mengatakan, bantuan tersebut berasal dari Kementerian Republik Indonesia dan diperuntukkan bagi empat kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Dadi Makmur, Kalurahan Sabdodadi.

 Baca Juga: Pastikan Tak Ada Gejolak Harga, Disdag Gunungkidul Lakukan Operasi Pasar jelang Nataru  

“Kita sudah membentuk pengelola untuk memanfaatkan alat mesin pertanian combine agar tidak disalahgunakan,” katanya saat ditemui di Kalurahan Sabdodadi Jumat (19/12).

Ia menjelaskan, sosialisasi dimaksudkan agar seluruh masyarakat, khususnya petani, memahami mekanisme penggunaan alsintan. Mulai dari besaran kas yang harus dibayarkan, peruntukan kas, hingga mekanisme pelaporan.

 Baca Juga: Sekitar SPBU Payaman Terkenal Jadi Bottleneck, Polresta Magelang Petakan Titik Rawan

Sehingga pemanfaatan alsintan di tengah masyarakat dapat berjalan transparan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti untuk keuntungan sekelompok orang maupun pribadi.

“Ada persyaratannya untuk memanfaatkan itu, supaya mereka yakin itu tidak hanya diterima orang per orang itu atas nama gapoktan,” katanya.

 Baca Juga: Anggota Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto Bantu Budi Daya Ikan Kalurahan Banyuroto, Diharapkan Jadi Penyangga Program MBG

Terkait sarana pendukung, pihak kalurahan juga telah menyiapkan lokasi penyimpanan alsintan.

“Di Balai Desa kita siapkan ruang untuk combine, tapi kan nanti misalnya nanti di sebelah barat juga milik kita di sekolah,” ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua Gapoktan Dadi Makmur Rusul Suhendro mengatakan, pihaknya akan mengatur secara jelas pengelolaan alsintan.

“Kami akan menentukan secara jelas nanti siapa yang bekerja, siapa yang teknisi, lahannya di mana, itu kan kita pungut bayaran,” katanya.

Ia menyebutkan, biaya penggunaan combine harvester ditetapkan sekitar Rp 3 juta per hektare untuk satu kali panen. 

Rusul menilai, bantuan ini dapat meningkatkan produksi pertanian, mengingat perluasan lahan pertanian di Bantul sudah tidak memungkinkan akibat alih fungsi lahan menjadi perumahan.

 Baca Juga: Libur Nataru Sebentar Lagi, Ini Destinasi Wisata di Yogyakarta yang Wajib Kamu Kunjungi

Saat ini, produksi padi di wilayahnya berkisar 6 hingga 7 ton per hektare. Namun, pihaknya menargetkan peningkatan produksi di Sabdodadi hingga 9,5 sampai 10 ton per hektare.

“Memang namanya kelompok, saling mengawasi," terangnya.

Rusul menambahkan, Kalurahan Sabdodadi memiliki lima padukuhan dengan jumlah petani mencapai ratusan orang dengan total lahan sawah sekitar 9,5 hektare. Artinya, sekitar 500 san petani yang ada di Kalurahan Sabdodadi bisa memanfaatkan bantuan alat mesin pertanian tersebut. (cin)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Gabungan Kelompok Tani #alat mesin pertanian (Alsintan) #bantuan #alsintan #gapoktan #Petani #Kalurahan Sabdodadi #Combine Harvester