Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkab Bantul Dorong Ayah Ambil Rapor Anak ke Sekolah, Ini Tujuannya!

Cintia Yuliani • Jumat, 19 Desember 2025 | 03:00 WIB
 
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.
 
 
BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memberikan surat edaran (SE) tentang gerakan ayah mengambil rapor anak ke sekolah (Gemar).
 
SE tersebut sebagai tindak lanjut adanya peluncuran Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
 
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mendukung adanya program ini, karena menurutnya sosok dan keberadaan ayah memiliki peran yang penting dalam tumbuh kembang anak.
Baca Juga: Terkait Masa Depannya di PSIM Jogja, Ze Valente Ungkap Syarat jika Ingin Dipertahankan
 
Ayah, kata dia, bukan hanya berperan mencari nafkah, tetapi juga membentuk karakter dan pelindung emosi anak serta menjadi sosok teladan bagi anak. 
 
“Mari kita dukung dan sukseskan GATI, melalui gerakan ayah mengambil rapot ke sekolah,” jelasnya Kamis (18/12/2025).
 
Lanjutnya, Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan peran ayah dalam pengasuhan dan mendidik anak dikeluarga. 
 
Baca Juga: Empat SPPG di Bantul Beroperasi Kembali Setelah Sempat Tutup Operasional, Pastikan Kini Sudah Miliki SLHS
 
Ia mengimbau dan mengajak kepada seluruh ayah dan pengganti ayah di Bantul, yang mempunyai putra putri pada jenjang TK/RA, SD, mi, SMP/MTS untuk bisa mengambil rapot sesuai jadwal masing-masing.
 
“Mari kita wujudkan generasi emas sebagai sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing bagi masa depan,” ajaknya. 
 
Sementara itu, Guru Bimbingan Konseling SMPN 3 Imogiri Mukijo mendukung adanya Gerakan ini.
 
Baca Juga: DLH Sleman Bakal Bangun Transfer Depo Senilai Total Rp 3 Miliar, Tunjang Operasional Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
 
Menurutnya program dari pemerintah semestinya sudah dipertimbangkan dengan baik. “Kami sebagai pelaksana di lapangan hanya siap melaksanakan,” tuturnya. 
 
Waka Kurikulum SMKN 3 Kasihan Suranto mengatakan kehadiran ayah pada momen penting seperti pembagian rapor bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata dukungan emosional yang berdampak besar pada anak. 
 
“Hal ini dapat meningkatkan rasa percaya diri, kenyamanan, dan kesiapan anak dalam proses belajar,” terangnya. 
 
Baca Juga: Soal Dugaan Penyelewengan Dana Desa Ngunut Rp 400 Juta, Bendahara Akui Penyalahgunaan Anggaran akibat Salah Kelola: Dipakai Tutup Utang Lama
 
Namun demikian, Suranto menilai gerakan tersebut tidak lepas dari sejumlah kendala di lapangan.
 
Salah satu hambatan utama adalah faktor pekerjaan orang tua, khususnya ayah, yang tidak selalu memungkinkan untuk hadir saat pembagian rapor. 
 
Banyak ayah yang bekerja di luar kota, berprofesi sebagai sopir, atau menjalankan usaha mandiri yang sulit ditinggalkan karena tuntutan pekerjaan.
 
Baca Juga: Ratusan Ketua RT/RW di Magelang Tengah Terima Honorarium dan Seragam dari Pemkot
 
Selain faktor pekerjaan, ia juga menyinggung adanya hambatan psikologis pada anak apabila pengambilan rapor sepenuhnya bergantung pada kehadiran ayah, yang pada akhirnya justru dapat menimbulkan kebingungan atau ketidakhadiran orang tua sama sekali. 
 
Kondisi tersebut, tegas Suranto, bukan mencerminkan kurangnya kasih sayang, melainkan situasi dan tanggung jawab ayah dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
 
“Jadi tidak semua ayah dapat memenuhi perintah dari Pemerintah untuk mengambil rapot anaknya,” katanya. (cin)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah #Pemkab Bantul #Bupati Bantul Abdul Halim Muslih