BANTUL - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bantul yang sebelumnya tutup karena kasus keracunan, sekarang telah beroperasi kembali.
Keempat SPPG ini dipastikan telah memiliki sertifikat laik higeniene sanitasi (SLHS) usai buka operasional.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Hermawan Setiaji mengatakan, empat SPPG ini sebelumnya sempat tutup.
SPPG tersebut berada di Bambanglipuro, Pajangan, Jetis, dan Sedayu.
“Mulai operasi kembali waktunya tidak sama, tapi yang paling baru di Pajangan sekitar 2 minggu yang lalu,” jelasnya Kamis (18/12/2025).
Selain itu, durasi penutupan SPPG tersebut pun berbeda-beda ada yang satu hingga satu setengah bulan tergantung kesiapan masing-masing SPPG.
Keempat SPPG tersebut dipastikan sudah memiliki SLHS karena jika ingin beroperasional lagi, diwajibkan memilikinya.
“Jadi yang pernah ditutup sekarang operasional kami pastikan sudah punya SLHS,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Tri Widyantara mengatakan, SPPG yang telah mengantongi SLHS berjumlah 25 dari total 57 SPPG yang ada.
Ia berharap semua SPPG di Bantul baik yang akan beroperasional maupun yang telah beroperasional agar memiliki SLHS.
“Karena dengan memiliki SLHS menunjukkan SPPG sudah menerapkan standar untuk menjaga keamanan pangan yang diproduksi,” terangnya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita