BANTUL – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakestrans) Bantul melaksanakan pelepasan tiga kepala keluarga (KK) Senin (15/12) di Kantor Disnakestrans Bantul.
Jumlah keseluruhan yang diberangkatkan sebanyak delapan jiwa akan ditempatkan di Tirore, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah.
Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Kerja, dam Transmigrasi Disnakertrans Bantul Rumiyati mengatakan, tiga KK tersebut masing-masing berasal dari Glutung, Kidul, Caturharjo, Pandak sebanyak satu KK dengan dua jiwa, dari Tangkil, Muntuk, Dlingo satu KK dengan dua jiwa, serta dari Mohosari, Wonolelo, Pleret satu KK dengan empat jiwa.
“Mereka diberi penghargaan berupa uang sebesar Rp 15 juta dari Pemerintah Kabupaten Bantul,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya Senin (15/12).
Selain itu, para transmigran diberi pembekalan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berupa alat sandang dan koper yang akan dibawa bersama transmigran, serta alat pengolahan hasil pertanian yang sudah dikirim melalui cargo.
Masing-masing transmigran juga diberi rumah layak huni dengan lantai keramik, peralatan rumah tangga, dan lahan dua hektar di lokasi Torire, kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah.
“Kalau di Torire (lahan yang akan digarap, Red) ini tanamannya adalah kopi dan kakau,” katanya.
Tiga KK yang lolos menjadi transmigran di tahun 2025 ini, sudah melalui seleksi dari 40 KK dari keluarga kurang mampu yang mengantre dan sudah mengikuti pelatihan sebelumnya.
“Tahun depan rencananya akan ada dua KK yang akan melalukan transmigrasi,” katanya.
Sumber dana transmigran yang diberangkatkan tahun ini, menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023.
Ia berharap, para transmigran dapat menjaga nama baik Kabupaten Bantul selama mengikuti program transmigrasi. Selain itu, para transmigran diharapkan mampu memanfaatkan peluang usaha yang terbuka di lokasi transmigrasi sehingga usaha yang dirintis dapat berkembang dengan baik.
Dengan kondisi lokasi yang dinilai cukup strategis dan potensial, ia optimistis para transmigran dapat meningkatkan kesejahteraannya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan serta hubungan harmonis dengan masyarakat setempat di daerah tujuan transmigrasi.
“Karena tujuan transmigrasi kan selain meningkatkan taraf hidup kan juga merekatkan persatuan dan kesatuan Indonesia,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Bantul Agus Yuli Herwanta mengatakan, transmigrasi merupakan program pemerintah yang istimewa, satu-satunya program pembedayaan masyarakat yang memberikan lahan garapan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Keberhasilannya memerlukan kerja keras, kesabaran, dan komitmen kuat,” katanya.
Ia memberikan pesan kepada para transmigran agar pemberian yang diberikan oleh Pemkab Bantul bisa digunakan dengan bijak sebagai modal hidup dan usaha di lokasi serta belanjakan untuk menambah aset yang mendukung perkembangan usaha.
“Kami akan tetap mengawal perkembangan trasmigran di lokasi, harapannya transmigran dapat komunikatif membangun komunikasi yang baik dengan Pemkab Bantul dan Pemkab Poso,” tutupnya. (cin)
Editor : Bahana.