BANTUL - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bantul melalui Satuan Khusus Banser Tanggap Bencana (Bagana) mengirim lima relawan ke Sumatra Barat untuk terlibat dalam operasi pencarian dan penanganan dampak bencana di wilayah Agam dan sekitarnya.
“Para relawan dijadwalkan bertugas selama dua pekan, menyesuaikan kondisi lapangan dan arahan komando pusat,” jelas Kepala Satuan Khusus Bagana Bantul Yasin saat ditemui Senin (8/12).
Baca Juga: PM Timor Leste Xanana Gusmao Puji HB X Awet Muda, Langsung Usap Rambut Raja Ngayogyakarta
Pengiriman personel dilakukan sebagai bentuk respons cepat atas bencana berskala besar. Dalam kondisi darurat seperti ini, masa tugas dua pekan dinilai sebagai standar waktu yang umum diterapkan pada fase awal penanganan.
“Lima relawan Bagana Bantul diberangkatkan untuk bergabung dengan operasi pencarian gabungan, mengingat masih banyak laporan warga yang hilang,” katanya.
Baca Juga: Ada Kelalaian Sehingga Timbul Banjir, Muhammadiyah Ajak Muhasabah Diri Sikapi Bencana di Sumatera
Selain terjun dalam operasi pencarian dan evakuasi (obsar), tim juga melakukan asesmen langsung di lapangan. Hasil asesmen tersebut akan menjadi bahan laporan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul terkait kebutuhan dan kondisi di lokasi bencana.
Yasin menyebut, keberangkatan relawan merupakan inisiatif mandiri Bagana Bantul. Langkah ini diambil setelah belum adanya dukungan langsung dari daerah.
Baca Juga: Bek PSIM Jogja Andy Setyo Berbagi Cerita soal Tipe Penyerang yang Sulit Dihadapi
“Ya kalau saya sendiri berharap dari Pak Bupati itu buat SK instruksi kepada semua, misalkan dari ASN. Saatnya kita gantian membantu,” ujarnya.
Tim diberangkatkan menggunakan satu unit ambulans dengan membawa perlengkapan standar SAR, antara lain pelampung, helm keselamatan, sepatu boot, sarung tangan tebal, serta kantong jenazah sebagai bagian dari kesiapan operasi kemanusiaan.
Setibanya di lokasi, para relawan akan terdaftar sebagai BKO (bawah kendali operasi) di posko gabungan yang melibatkan Basarnas, BPBD, serta unsur instansi lainnya. Mereka juga akan berkoordinasi dengan posko NU Peduli yang telah lebih dulu berdiri di wilayah terdampak.
“Di sana masih banyak yang terisolir. Jalan menuju akses bantuan itu lewat jalan kaki, ada yang sampai lima kilo. Ya kita lakukan apa pun itu,” tuturnya.
Baca Juga: Deretan Film Natal yang Siap Menemani Musim Natalmu di Tahun 2025!
Seluruh relawan yang dikirim telah memiliki pengalaman di bidang kerelawanan, termasuk tiga orang yang berlatar belakang aktif di Palang Merah Indonesia (PMI).
Ketua PC GP Ansor Bantul Ahmad Sidik menyampaikan, pemberangkatan dilakukan usai pelaksanaan apel pelepasan relawan sekaligus penyerahan donasi.
“Pagi ini kita akan mengirimkan relawan sejumlah lima personel Bagana yang itu menjadi patriot penjagaan lingkungan kami,” ujar Sidik.
Baca Juga: Bek PSIM Jogja Andy Setyo Berbagi Cerita soal Tipe Penyerang yang Sulit Dihadapi
Menurutnya, masa penugasan di lapangan berada pada rentang 10 hingga 14 hari, dan berpotensi diperpanjang hingga 21 hari apabila kondisi belum memungkinkan untuk penarikan personel.
“Jika kondisi sudah membaik, langsung kita tarik untuk kembali. Kalau kondisi masih belum pulih, nanti kita sesuai arahan dari Pemimpinan Pusat,” jelasnya.
Ia menambahkan, Bagana Bantul telah dibekali pelatihan kebencanaan sejak 2019 dan memiliki pengalaman penugasan di berbagai daerah terdampak bencana, seperti Majenang dan Banjarnegara. Pengiriman kali ini menjadi bagian dari komitmen mereka untuk terlibat dalam misi kemanusiaan, tidak hanya di wilayah DIY, tetapi juga di daerah lain.
"Saya berharap dapat memperkuat upaya penanganan darurat yang hingga kini masih berlangsung," tutupnya. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita