BANTUL - Proses penanganan longsor di wilayah Srikeminut, Sriharjo, Imogiri, Bantul masih terus berlangsung. Pemerintah Kabupaten Bantul saat ini tengah menyelesaikan pembangunan jembatan darurat berbahan bambu sebagai akses sementara bagi warga terdampak.
Lurah Sriharjo Titik Istiyawatun menjelaskan, penanganan lokasi longsor masih dalam tahap darurat sehingga jalan utama belum bisa dilalui secara normal. “Bego masih di lokasi, dan jalan darurat juga masih dalam pengerjaan,” ujar Lurah Sriharjo saat dihubungi melalui telepon Senin (8/12).
Baca Juga: Hiu Tutul Langka Terdampar Dua Hari Berturut-turut di Pesisir Pantai di Purworejo
Menurutnya, area longsoran telah ditutup secara darurat untuk mengurangi risiko erosi lanjutan. Proses penanganan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 21 hari. Termasuk pemasangan bronjong untuk memperkuat struktur tanah. “Kondisi akan lebih stabil dan tidak mudah terpengaruh cuaca,” katanya.
Selama proses tersebut, Pemkab Bantul membangun jembatan darurat dari bambu. Namun, jembatan itu masih dalam tahap penyelesaian.
“Untuk sementara warga menggunakan jalan alternatif yang dibuat secara swadaya, tapi aksesnya sangat terbatas dan hanya bisa dilewati sepeda motor,” jelasnya.
Selain penanganan fisik, upaya mitigasi juga diperkuat dengan kesiapsiagaan relawan dan warga. Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan relawan tetap melakukan piket malam di Pos Banser.
Baca Juga: Susunan Pemain Resmi Filipina vs Indonesia Sea Games 2025: Dua Penggawa PSIM Jogja Starter
Pemerintah kalurahan juga menggerakkan RT untuk kerja bakti membersihkan drainase dan saluran air. “Kami minta saluran di atas bukit juga dibersihkan agar aliran air lancar dan tidak memicu longsor,” imbaunya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita