BANTUL - Bongkahan batu besar di tebing Padukuhan Nglingseng, Banjarharjo 2 RT 7, Muntuk, Dlingo berpotensi mengancam keselamatan rumah warga jika tidak segera ditangani. Batu tersebut berada tidak jauh dengan permukiman dan dinilai berbahaya saat musim hujan.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Antoni Hutagaol mengatakan, jarak batu dengan rumah warga hanya sekitar tiga meter. Posisi batu berada di ketinggian sekitar lima meter di atas tembok rumah. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena di lokasi tersebut rawan longsor.
Baca Juga: Hiu Tutul Langka Terdampar Dua Hari Berturut-turut di Pesisir Pantai di Purworejo
“Lama-kelamaan batu tersebut membahayakan tembok rumah bagian dapur dan penghuni rumah yang luasnya sekitar 8x10 meter,” bebernya Senin (8/12).
Batu berukuran sekitar 4x5 meter itu sebenarnya sudah pernah diupayakan untuk dipecah secara manual sekitar satu tahun lalu. Kali ini, alat berat untuk mengondisikan posisi batu dan penghancuran batu secara bertahap dilakukan kembali. Agar material tidak langsung mengarah ke rumah warga.
Baca Juga: Ada Kelalaian Sehingga Timbul Banjir, Muhammadiyah Ajak Muhasabah Diri Sikapi Bencana di Sumatera
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin mengatakan, pihaknya berharap tidak ada kejadian luar biasa seiring tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
“Di tebing longsor (Muntuk, Red) teman-teman damkar sudah menggunakan ekskavator, sudah membersihkan jalan dan bisa dilalui masyarakat. Terkait batu yang berpotensi longsor sudah dipecah,” jelasnya.
Baca Juga: Bek PSIM Jogja Andy Setyo Berbagi Cerita soal Tipe Penyerang yang Sulit Dihadapi
Mujahid memastikan, rumah warga tidak terdampak secara signifikan karena masih berada dalam jarak yang relatif aman dari titik longsoran.
“Itu sudah kita antisipasi, pemilik rumah juga sudah kita koordinasikan,” katanya.
Dia mengimbau, agar masyarakat menjadikan prakiraan cuaca sebagai acuan dalam beraktivitas. Selain itu, para relawan yang berjaga di pos masing-masing juga diharapkan siap membantu masyarakat. Khususnya dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan penanganan saat terjadi potensi bencana. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita