BANTUL – Pemkab Bantul resmi memperpanjang masa tanggap darurat bencana dari 6-20 Desember 2025.
Salah satu pertimbangannya, karena kondisi cuaca belum stabil dan penanganan longsor belum selesai di Srikeminut, Sriharjo, Imogiri.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, perpanjangan status tanggap darurat ini menjadi penting agar dasar hukum penggunaan dana cadangan sesuai dengan fakta di lapangan.
“Di Srikeminut kan ada dua proyek, membangun kembali jalan, memasang bronjong, saluran air, yang satunya membangun jalan sementara dari bambu,” jelasnya saat ditemui di Pemkab Bantul Jumat (5/12/2025).
Proyek yang masih berjalan tersebut bersifat sementara karena pemerintah daerah belum menetapkan desain konstruksi permanen.
Sebab, kondisi tanah di Srikeminut yang terdampak longsor merupakan tanah aluvial yang labil, sehingga perlu dikeruk dan diganti dengan tanah dari luar agar lebih stabil.
Baca Juga: Remaja 17 Tahun Siswa SMKN 1 Alian, Kebumen Ditemukan Tewas setelah Delapan Jam Pencarian
Selain itu, saluran air dari daratan menuju sungai juga dipasang untuk menjaga aliran tetap terkontrol.
Di tepi sungai, rencananya akan dibangun talut menggunakan bronjong sebagai penguat.
Meski waktu tambahan telah diberikan, Halim menilai penyelesaian pekerjaan tetap sulit dirampungkan hanya dalam waktu 14 hari.
Sejumlah tahapan teknis, termasuk pengalihan aliran sungai, membutuhkan penanganan ekstra sehingga memperpanjang proses di lapangan.
Senada, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Mujahid Amirudin mengatakan, perpanjangan status tanggap darurat dikarenakan penanganan longsor di Srikeminut belum selesai, sehingga status tanggap darurat perlu ditambah.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat di Bantul selalu memantau prakiraan cuaca sebagai acuan dalam melakukan aktivitas.
Para relawan yang berjaga di Pos Bansor juga dapat bersiap jika terjadi bencana di wilayah masing-masing.
“Masyarakat juga dapat mengecek prakiraan cuaca untuk nanti bisa mengetahui potensi bencana agar bisa mengantisipasi,” katanya.
Lanjutnya, jika memang masyarakat yang berada di lokasi rawan longsor memerlukan reboisasi, maka bisa segera melakukannya.
“Kalau misalnya ada informasi-informasi potensi longsor segera koordinasi teman-teman di Pos Bansor karena biar bisa berkomunikasi dengan kami,” tambahnya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita