Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masa Tanggap Darurat Bencana Berpotensi Diperpanjang, BPBD Bantul Sebut Sejumlah Pekerjaan Fisik untuk Penanganan Pascabencana Belum Rampung

Cintia Yuliani • Jumat, 5 Desember 2025 | 02:34 WIB

 

Kondisi terkini jalan di Srikeminut, Sriharjo, Imogiri, sedang dalam perbaikan.
Kondisi terkini jalan di Srikeminut, Sriharjo, Imogiri, sedang dalam perbaikan.

BANTUL – Masa tanggap darurat di Kabupaten Bantul berpotensi diperpanjang. Sejumlah pekerjaan penanganan darurat yang belum tuntas membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul menyiapkan rekomendasi perpanjangan hingga 14 hari ke depan.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin mengatakan, pihaknya telah mengundang sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memantau langsung perkembangan di lapangan, Kamis (4/12/2025).

“Kalau nanti memang pekerjaan penanganan darurat belum selesai, maka kami akan fasilitasi membuat kajian kepada Pak Bupati untuk perpanjangan masa tanggap darurat 14 hari ke depan,” ujarnya saat ditemui di Pemkab Bantul.

 Baca Juga: Ringankan Korban Bencana di Sumbagut, TNI di Kebumen Kirim Bantuan, Polisi Salat Gaib

Mujahid menjelaskan, sejumlah pekerjaan fisik belum dapat diselesaikan dalam waktu dekat.

Pembangunan jembatan darurat berbahan bambu di Srikeminut, Sriharjo, Imogiri masih berlangsung, begitu pula proses pengurukan tanah untuk penanganan jalan.

“Sehingga kemungkinan besar kami akan matur ke Pak Bupati untuk adanya perpanjangan masa darurat ini,” katanya.

 Baca Juga: Pegawai Tak Cakap Bakal Digeser, Pemkab Sleman Akan Lantik Seratus Pejabat Hasil Rotasi 

Dari sisi logistik, BPBD Bantul telah menyalurkan bantuan kepada delapan kepala keluarga terdampak melalui pola kolaborasi antara pemda, OPD, dan pemerintah desa.

“Desa juga punya alokasi anggaran untuk support penanganan darurat,” terangnya.

Salah satu pekerjaan terbesar adalah pembangunan jembatan darurat sepanjang 220 meter di atas lahan pertanian warga.

Pemilik lahan mengizinkan karena konstruksi setinggi satu meter masih memungkinkan sawah ditanami.

Jembatan berukuran panjang 220 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 1 meter itu diprediksi dapat bertahan hingga satu tahun.

“Itu bisa dilalui motor, tapi mobil tidak boleh lewat. Mobil tetap harus lewat Selopamioro,” jelas Mujahid.

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, evaluasi masa darurat masih berjalan.

Pihaknya hari ini mengundang sejumlah instansi untuk mengevaluasi kondisi terakhir.

Ia ingin memastikan apakah masa darurat sudah bisa dihentikan atau justru perlu diperpanjang, mengingat potensi bencana hidrometeorologi sampai Maret mendatang.

"Nanti ada kajian, sifatnya fleksibel, bisa kita panjangkan, bisa kita tambah,” katanya. (cin/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#penanganan pascabencana #belum rampung #pekerjaan fisik #BPBD Bantul #masa tanggap darurat