BANTUL - Sebanyak 28.098 siswa jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) di Bantul akan mendapatkan seragam gratis. Seluruhnya akan menerima saat tahun ajaran baru 2026.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Bantul Nugroho Eko Setyanto mengatakan, pemghitungan kuota pengadaan tersebut masih mengacu pada data jumlah siswa baru terakhir. Rinciannya 9.062 siswa SD negeri, 2.758 siswa SD swasta, 229 siswa MI negeri, dan MI swasta 1.309 siswa.
Sementara jenjang menengah pertama, SMP negeri direncanakan mendapat jatah 8.640 siswa. Sedangkan SMP swasta, MTs negeri, dan MTs swasta total sebanyak 6.100 siswa.
Dia menjelaskan, kebutuhan anggaran untuk pengadaan seragam sekolah gratis tingkat SD mencapai Rp 2,527 miliar. Sementara untuk tingkat SMP dibutuhkan sekitar Rp 2,686 miliar.
Seragam tersebut nantinya diberikan dalam bentuk kain. Sehingga orang tua dapat menjahitnya sendiri sesuai ukuran anak.
Menurut Nugroho, pemberian seragam dalam bentuk kain dinilai lebih tepat. Karena ukuran seragam jadi yang bersifat umum, sering kali tidak sesuai dengan ukuran tubuh siswa. “Misalnya ukuran L anak satu dengan ukuran L anak lainnya bisa berbeda,” ujarnya.
Karena itu, Dikpora Bantul akan mematangkan kembali penghitungan anggaran agar pengadaan seragam sekolah gratis tepat sasaran. Program ini merupakan bagian dari visi dan misi Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dan Wakil Bupati Aris Suharyanta. “Besok akan kami matangkan lagi. Intinya, karena ini merupakan kebijakan Pak Bupati, jadi pengadaan seragam bagi siswa baru masih tetap ada,” tandasnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita