BANTUL - Viral di media sosial Pantai Parangtritis dipenuhi banyak sampah kayu, ranting, dan pohon. Koordinator Unit Pelaksana Kegiatan Pantai Parangtritis Suranto mengakui sejak Senin (1/12), tepi Pantai Parangtritis hingga Depok dipenuhi sampah kiriman.
Ia mengatakan, sampah itu diakibatkan bukan dari Sungai Opak, tetapi kiriman yang terbawa banjir dan arus laut kemudian terdampar di tepi Pantai Parangtritis. "Kebetulan arus air laut ke arah timur," jelasnya saat dihubungi lewat telepon Selasa (2/12).
Ia memperkirakan sebanyak 30 ton sampah terdampar di lokasi tersebut. Menurutnya, potongan kayu yang berserakan tampak merupakan material alami karena bentuknya tidak beraturan.
"Petugas kebersihan kemarin mengangkut sekitar tiga sampai empat truk. Satu truk itu bisa menampung kurang lebih enam ton,” jelasnya.
Volume sampah yang besar membuat petugas kebersihan kewalahan. Suranto pun menyampaikan permohonan maaf kepada wisatawan yang terganggu dengan kondisi pantai.
Ia menegaskan fenomena ini memang rutin terjadi saat memasuki musim hujan. Bahkan, jumlahnya bisa jauh lebih banyak ketika Sungai Opak meluap dan membawa sampah menuju laut.
Walaupun demikian, pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk membersihkan area pantai agar aktivitas wisata tidak terganggu.
Sampah yang berhasil dikumpulkan dibawa ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) setempat, sementara sebagian dimanfaatkan warga sebagai kayu bakar. "Ranting-ranting kayu ada yang kami bakar dan sebagian lain dibawa ke TPS,” tandas Suranto. (cin/laz)
Editor : Herpri Kartun