Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BPBD Bantul Cek EWS Longsor untuk Memastikan Fungsinya Berjalan dengan Baik

Cintia Yuliani • Senin, 1 Desember 2025 | 22:29 WIB

BPBD Bantul sedang mengecek EWS longsor di Nglingseng, Munthuk, Dlingo
BPBD Bantul sedang mengecek EWS longsor di Nglingseng, Munthuk, Dlingo
BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul melakukan pengecekan Early Warning System (EWS) longsor untuk memastikan perangkat peringatan dini tersebut masih berfungsi, mengingat pentingnya informasi awal bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana.

Staf Pusdalops PB BPBD Bantul Nur Eta Efendi mengatakan, pengecekan dilakukan Minggu (30/11) di Nglingseng, Munthuk, Dlingo.

Hasilnya, perangkat EWS yang dicek ditemukan dalam kondisi rusak dan belum diperbaiki.

Namun, ke depan BPBD Bantul akan melakukan pengecekan EWS longsor lainnya untuk memastikan fungsinya dapat berjalan dengan baik.

“Potensi longsor disitu (Nglingseng, Red) juga tinggi memang karena perbukitan di bawahnya ada pemukiman warga,” jelasnya saat dihubungi lewat telepon Senin (1/12).

Selain pengecekan EWS longsor, untuk mengantisipasi bencana longosr, Eta menjelaskan BPBD Bantul sudah menetapkan status siaga bencana sejak awal November.

Penetapan dilakukan melalui instruksi Bupati Bantul.

“Sudah mengaktifkan pos siaga darurat di kalurahan. Bupati juga membuat surat edaran untuk setiap kalurahan agar mengaktifkan pos siaga banjir, longsor, dan angin kencang,” jelasnya.

Selain itu, komunikasi intensif juga dilakukan dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) tingkat kalurahan.

Diharapkan FPRB di kalurahan juga dapat bergerak aktif untuk melakukan upaya mitigasi di masing-masing kalurahannya.

EWS longsor yang ada di Bantul berada di sejumlah titik rawan longsor, antara lain satu EWS longsor di Srimulyo, Wonolelo, Selopamioro, Munthuk, dan dua di Wukirsari.

Namun, pihaknya baru melakukan cek lokasi di Nglingseng.

Sementara itu, Kepala BPBD Bantul Mujahid Amrudin mengatakan pihaknya sedang mengajukan penambahan EWS banjir dan longsor sebanyak 12 titik.

EWS longsor yang diajukan sebanyak tiga titik berada di Srimartani, Wonolelo, dan Selopamioro.

Sedangkan EWS banjir yang diajukan sebanyak sembilan titik berada di kalurahan Sendangsari, Guwosari, Pleret, Selopamioro, Sanden, Imogiri, Sriharjo, dan dua di Selopamioro.

Dalam pengajuannya ia pun memastikan tidak ada kendala yang berarti dalam mengajukan EWS longsor ke pemerintah pusat.

“Pemerintah pusat semoga respon tercepatnya paling tidak di tahun 2026 kemungkinan ada anggarannya,” katanya.

Terkait titik penempatan EWS longsor pihaknya masih melakukan survei lokasi pada tahun 2026 mendatang. (cin)

Editor : Bahana.
#Bantul #BPBD #Pemkab Bantul #EWS longsor