Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Berharap Lebih, PHRI Bantul Prediksi Okupansi Hotel saat Nataru Capai 70 persen

Cintia Yuliani • Senin, 1 Desember 2025 | 10:30 WIB

RAMAI: Pantai Parangtritis salah satu destinasi wisata di Bantul yang ramai pengunjung saat Nataru
RAMAI: Pantai Parangtritis salah satu destinasi wisata di Bantul yang ramai pengunjung saat Nataru

BANTUL - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul memprediksi okupansi hotel saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) mencapai 70 persen. Target ini lebih rendah daripada tahun 2024 yang lalu.

Tahun lalu PHRI Bantul  menargetkan okupansi hotel hingga 75 persen. Namun saat mendekati Nataru target tersebut melampaui menjadi 90 persen.

Baca Juga: Dewan Sebut Agenda Sport Tourism di Kota Jogja Belum Signifikan Dongkrak PAD, Dispar Justru Klaim Model Sistem Bundling Tiket Sudah Diterapkan

"Kita tidak bisa berharap lebih di tahun ini karena dengan isu-isu yang ada, bulan-bulan kemarin seperti apa," terang Ketua PHRI Bantul Yohanes Hendra Dwi Utomo saat dihubungi lewat telepon Minggu (30/11).

Walaupun demikian, pihaknya optimis target okupansi hotel bisa mencapai 70 persen di libur Nataru ini. 

Baca Juga: Wacana! Ditlantas Polda DIY Siapkan Skema Rekayasa Lalin Hadapi Nataru, Jalur Sudirman–Galeria Berpotensi Jadi Dua Arah: Ini Tujuannya..

Lanjutnya, ia memastikan sudah ada sekitar 30 persen yang melakukan reservasi hotel di bulan November ini. Alasannya terdapat perbedaan harga yang tentunya lebih murah jika melakukan reservasi dari jauh-jauh hari.

"Rata-rata yang melakukan reservasi berada di hotel berbintang maupun hotel non-bintang termasuk home stay," katanya.

Baca Juga: Viral Tugu Jogja Ambruk! Begini reaksi SRI SULTAN HB X FAMILY

Menurutnya, hotel biasanya menyiapkan program khusus untuk menarik tamu pada malam pergantian tahun. Paket tersebut ditawarkan sejalan dengan penyesuaian harga saat Nataru yang dibarengi tambahan fasilitas. Seperti program dinner, live music, ditutup dengan menyalakan kembang api.

"Mudah-mudahan Nataru ini tidak terjadi seperti di lebaran tahun lalu yang tingkat kunjungan tinggi tetapi tingkat okupansi rendah," tuturnya.

Menurutnya, wisatawan kerap memilih penginapan murah di kawasan destinasi wisata, terutama hotel non-bintang atau tempat yang belum dikenai pajak sehingga lebih mudah diakses wisatawan.

Baca Juga: Jadi Ketua PASI Kota Jogja 2025-2029, Fajar Kurniawan Dorong Penyediaan Sarana Latihan Atletik

Ia juga berharap pemerintah daerah maupun pusat tidak mengeluarkan kebijakan baru yang berpotensi kontra dengan situasi libur panjang.

Sementara itu, Subkoordinator Promosi Kepariwisataan di Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Markus Purnomo Adi mengatakan, saat libur Nataru tempat wisata yang sering dikunjungi wisatawan berada di Pantai Parangtritis.

Ia pun berharap jumlah rata-rata kunjungan naik dibanding libur biasa. Pengunjung yang ke pantai selatan khususnya Pantai Parangtritis dapat mentaati dan mengikuti arahan yang terpasang untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Jadi Ketua PASI Kota Jogja 2025-2029, Fajar Kurniawan Dorong Penyediaan Sarana Latihan Atletik

Ia juga mengimbau para pedagang agar tidak memanfaatkan momentum dengan menaikkan harga. Ia berharap para pedagang tetap bisa memperoleh keuntungan seiring meningkatnya jumlah pengunjung.

"Ayo semua bareng-bareng jaga kondisi destinasi bersih nyaman," ajaknya. (cin)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#nataru #Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 #PHRI Bantul #Hotel #Bantul #okupansi hotel #Dinas Pariwisata (Dispar) #reservasi #phri #pantai parangtritis #dispar bantul #Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia