SAH! Forum Seni Rupa Bantul Dikukuhkan, Jadi Wadah Pertama bagi Seniman Seni Rupa Bantul
Cintia Yuliani• Jumat, 28 November 2025 | 02:08 WIB
Pengurus FSRB sedang dikukuhkan di Pendopo Kelurahan Bangunharjo, Sewon Selasa (25/11/2025).
BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul resmi mengukuhkan Forum Seni Rupa Bantul (FSRB) Selasa (25/11/2025).
Pengukuhan ini sekaligus menandai hadirnya wadah pertama bagi para seniman seni rupa di Bumi Projotamansari. Selama ini, seniman seni rupa belum memiliki forum khusus untuk bernaung.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul Yanatun Yunadiana menjelaskan, pembentukan FSRB bermula dari keluhan para seniman yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.
“Forum Seni Rupa itu sebelumnya belum ada. Kemarin itu pertama kali kita bentuk karena memang tidak ada wadahnya,” jelasnya Kamis (27/11/2025).
Menurut dia, jumlah perupa di Bantul sangat banyak dan beragam, mulai dari pelukis, pematung, perajin, hingga seniman kriya. Namun, tanpa forum, mereka tidak terhubung satu sama lain.
“Selama ini mereka seperti jalan sendiri dan tidak pernah terkoordinasi. Dengan adanya forum, kita bisa berkomunikasi dan berkolaborasi dengan forum-forum kesenian lain,” ujarnya.
Forum ini nantinya diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antarseniman, menghadirkan ruang pamer, kajian, hingga program yang dapat menopang kemajuan seni rupa Bantul.
“Dengan forum ini, kita bisa mulai dari pameran, kajian, sampai kegiatan di lokasi wisata untuk meningkatkan minat wisata. Kalau kunjungan naik, produk seni juga bisa ikut terangkat,” imbuhnya.
Yanatun menegaskan, secara jumlah komunitas seni rupa di Bantul mencapai ratusan orang dan sangat potensial. banyak di antara mereka juga produsen yang mengekspor produk-produk kerajinan.
Ia menilai, karya para seniman selama ini sudah banyak memberikan kontribusi ekonomi, terutama di sektor kerajinan yang menjadi salah satu kekuatan Bantul.
“Produk-produk kerajinan itu kan banyak dihasilkan seniman. Mereka menciptakan karya lalu menjadi produk yang menambah pendapatan masyarakat,” ungkapnya.
Meski baru dibentuk, FSRB mulai merancang beberapa agenda awal.
“Sementara ini baru menyusun kerangka kerja. Salah satu yang direncanakan adalah pembuatan pattern on-the-spot di sepanjang Jalan Jembatan Kabanaran,” kata dia.
“Sekarang mereka punya bapak angkat, yaitu Pemerintah Kabupaten Bantul. Harapannya semakin banyak yang berkarya di Bantul dan membawa nama Bantul,” tegasnya.
Menurutnya, forum ini akan berujung pada peningkatan kesejahteraan seniman serta masyarakat sekitar.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Bantul Hermawan Setiaji menambahkan, FSRB merupakan wadah penting karena selama ini perupa belum memiliki forum tunggal.
“Sebagian besar dari mereka sebenarnya sudah berkontribusi terhadap produk-produk kreatif dan aktivitas ekspor. Sekitar 70 persen produk ekspor dari kampung-kampung itu basisnya aktivitas kreativitas warga,” jelasnya.
Karena itu, ia berharap forum ini memperkuat komunikasi antara seniman dan pemerintah.
Hermawan mencontohkan, FSRB dapat terlibat dalam kemitraan dengan pusat industri kreatif di Bantul.
“Misalnya bekerja sama dalam desain produk, bukan hanya untuk perajin, tetapi juga seniman patung, pelukis, dan lainnya,” terangnya. (cin)