BANTUL – Kinerja ekspor dari wilayah DIY terus menunjukkan tren positif. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY mencatat peningkatan ekspor hingga 12 persen sepanjang 2024.
Kenaikan ini didorong oleh semakin banyaknya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berhasil menembus pasar internasional.
Kepala Disperindag DIY Yuna Pancawati mengatakan, upaya mendorong UMKM tembus pasar internasional sejalan dengan program strategis Kementerian Perdagangan.
Salah satu eksportir unggulan adalah CV Palem Craft di Trirenggo, Bantul, yang baru saja memberangkatkan kontainer 40 feet berisi produk kerajinan ke Amerika Serikat dan sejumlah negara di Eropa.
“Ekspor paling banyak ada di Bantul. Produk kerajinan, mebel, dan tekstil masih mendominasi,” terang Yuna, Rabu (26/11/2025).
Ia menyebut, pertumbuhan ekspor dari periode bulanan menunjukkan peningkatan sekitar 7 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan nilai mencapai 417 juta USD.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menambahkan, meningkatnya ekspor home decor yang dihasilkan CV Palem Craft menegaskan bahwa industri kreatif di Bantul terus bertumbuh.
Sektor ini bahkan menjadi penyumbang terbesar produk domestik regional bruto (PDRB) di Bantul, disusul sektor pertanian dan pariwisata.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kreativitas mampu menggerakkan ekonomi meski Bantul tidak memiliki sumber bahan baku.
“Bahan baku itu impor semuanya, impor dari daerah lain,” ungkapnya.
Kondisi tersebut tidak menghalangi sektor industri kreatif untuk tetap eksis dan memberikan nilai tambah tertinggi dibanding sektor-sektor lain yang dominan di Bantul.
Karena itu, pihaknya semakin percaya diri pengembangan ekonomi kreatif di Bantul akan terus berjalan.
“Walaupun kita tidak punya sumber daya alam, tapi warga Bantul adalah warga yang kreatif dan bisa eksis dengan kreativitas itu,” ucapnya.
Wakil Menteri Perdagangan RI Roro Esti Widya Putri yang hadir melepas ekspor Palem Craft mengatakan, permintaan produk home decor Indonesia kini terus naik di pasar global.
Sepanjang Januari–September, ekspor produk tersebut tumbuh lima persen dan telah meningkat hampir 20 persen dalam empat tahun terakhir.
“Kami melepas ekspor senilai 30 ribu USD ke Amerika Serikat dan Belgia. Minat pasar internasional terhadap produk Indonesia terus meningkat,” ujarnya.
Ia menyebut, pihaknya terus melakukan langkah jemput bola ke berbagai daerah lintas provinsi untuk mendukung UMKM yang memiliki daya saing dan mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.
Dalam kunjungannya ke CV Palem Craft ia menilai industri tersebut memberi multiplayer effect bagi masyarakat.
Mayoritas tenaga kerjanya merupakan perempuan, baik di sentra produksi maupun bekerja dari rumah. “Ini mengedepankan industri,” ujarnya.
Selain itu, pemanfaatan limbah sebagai bahan bernilai tambah turut diapresiasi. Menurutnya, pendekatan end to end ini sesuai dengan kebutuhan pasar global.
“Banyak sekali pasar di Eropa yang selalu mengedepankan sustainability. Ini sangat cocok,” imbuhnya.
Secara umum, ekspor nasional juga menunjukkan capaian menggembirakan. Pertumbuhannya sudah berada di 8,9 persen, melampaui target tahun ini. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita