BANTUL - Kelompok Tani Manunggal di Padukuhan Ngepet, Srigading, Sanden mampu mengantisipasi serangan hama seperti tikus dan ular. Alat yang digunakan hanya shade net yang berfungsi sebagai kelambu.
Ketua Kelompok Tani Manunggal Subandi, 70, mengatakan, lahan yang dikelola kelompok tersebut mencapai 42 hektare. Jarak terdekat dengan bibir pantai hanya sekitar 200 meter. Sedangkan area terjauh antara 1.200 meter sampai 1.800 meter.
Baca Juga: Jangan Berbohong di Depan Mereka! 5 Zodiak dengan Intuisi Tajam
Menurut Subandi, shade net menjadi penghalang yang cukup efektif menahan pengaruh angin laut. Terutama saat kandungan garam meningkat pada musim tertentu. Hama pun berkurang signifikan. “Berkurang 80 persen, jadi jarang ada hama,” ujarnya.
Meski demikian, dia mencatat kondisi cuaca lembap pada malam hari dapat memicu kemunculan lalat buah. Namun serangannya cenderung kecil dan menurutnya mudah ditangani. Gangguan ini biasanya terjadi pada masa pembungaan hingga buah mulai matang. “Kalau kena lalat buah, buahnya busuk. Tapi serangannya hanya sekitar 10 persen,” tambahnya.
Baca Juga: Gencarkan Sosialisasi, Cegah Peredaran Rokok Ilegal di Kulon Progo
Terkait ancaman gelombang pasang, Subandi menegaskan air laut tidak pernah masuk ke lahan. Dengan ketinggian 6-12 meter dari permukaan laut, kawasan pertanian lahan pasir ini aman dari banjir rob.
Kini, pertanian lahan pasir dianggap potensial. Sebab struktur lahan berasal dari material erupsi Merapi, membuat kawasan ini memiliki sumber air melimpah. Kesuburan tanah juga dijaga melalui penggunaan pupuk organik. “Kalau tidak organik, tanahnya kurang subur,” jelasnya.
Editor : Sevtia Eka Novarita