Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Puluhan Siswa SDN KedungMiri Terpaksa Belajar Daring, Imbas dari Akses Terputus Jalan di Wunut Pasca-Ambrol

Cintia Yuliani • Selasa, 25 November 2025 | 02:15 WIB
HARAP PERBAIKAN: Wali murid SDN Kadung Miri sedang menyeberangkan anaknya setelah pulang sekolah melewati Jalan di Wunur yang Ambrol Senin (23/11/2025).
HARAP PERBAIKAN: Wali murid SDN Kadung Miri sedang menyeberangkan anaknya setelah pulang sekolah melewati Jalan di Wunur yang Ambrol Senin (23/11/2025).

 

 

BANTUL – Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa di SD Negeri (SDN) Kedung Miri terpaksa dilakukan secara daring mulai Senin (24/11/2025).

Ini karena rute utama menuju sekolah tidak bisa dilalui akibat putusnya akses jalan di Pedukuhan Wunut RT 03, Sriharjo, Imogiri, setelah ambrol akibat hujan deras Jumat (21/11/2025) lalu.

Kepala Bidang SD Dikpora Bantul Edy Sutrisno membenarkan hal tersebut. Sebanyak 23 dari total 37 siswa di SD tersebut menjalani pembelajaran daring.

Sebab, sejumlah siswa itu kesulitan berangkat sekolah akibat akses jalan putus.

 “Ada sebagian siswa yang rutenya memang melalui jalan yang putus itu, itu yang saat ini kami berikan pelayanan melalui daring,” katanya saat dihubungi lewat telepon Senin (24/11/2025).

Edy menjelaskan, terkait pembelajaran ini lebih penting untuk mengutamakan keselatamatan para siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Maka, diharapkan segera ada alternatif jalur darurat agar kebiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

Sebab, tak hanya KBM yang didaringkan, melainkan kegiatan ekstrakurikuler juga sementara tidak bisa berjalan maksimal.

“Kalau menunggu jalan rampung jelas tidak bisa cepat karena di luar kemampuan kami. Mudah-mudahan ada rute alternatif,” ujarnya.

Dia mengimbau sekolah lebih peka terhadap kondisi lingkungan, terutama memasuki musim penghujan.

Mulai dari pengecekan pohon besar di sekitar sekolah, instalasi listrik, hingga saluran air.

Mengenai lokasi sekolah rawan bencana, Edy menyebut wilayah Imogiri, Dlingo, dan Pajangan sebagai kawasan geografis yang punya potensi lebih tinggi.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Kedung Miri Sudarsih  mengatakan, ada beberapa siswa yang memang mengikuti sekolah daring, tetapi ada pula yang terdampak jalan ambrol tetap mengikuti pembelajaran tatap muka.

"Mereka diantar sampai jalan yang putus, lalu, diseberangkan oleh orang tua, baru lanjut ke sekolah,” kata Sudarsih saat ditemui di SDN Kedung Miri.

Sementara, untuk kepulangan siswa yang tetap belajar di sekolah, guru mengantar kembali sampai titik jalan yang ambrol agar siswa dijemput orang tua.

“Kami utamakan keselamatan. Anak-anak harus tetap didampingi, takutnya sembrono,” jelasnya seraya menyebut pembelajaran daring diberlakukan fleksibel, menyesuaikan cuaca.

Pun, Sudarsih telah berkoordinasi dengan lurah setempat. Rencana jalur alternatif dimungkinkan baru akan tersedia dua minggu setelah dilakukan kajian.

“Tanggal 3 sampai 10 Desember anak-anak asesmen semester 1. Jika cuaca tidak memungkinkan, soal akan didistribusikan ke rumah atau melalui titik kumpul di dekat jalan ambrol,” jelasnya.

Orang tua siswa kelas 1 Muryani, 30, mengatakan, anaknya tetap berangkat sekolah meski akses jalan terputus.

“Diantar sampai situ (akses jalan ambrol) terus jalan kaki sampai sekolah. Kalau muter bisa, tapi jauh, bisa 15 sampai 20 menit,” katanya.

Ia mengaku putusnya akses jalan tersebut sudah terjadi selama tiga kali ini akibat cuaca.

Namun, ia dan keluarga memilih tidak mengungsi karena masih merasa aman.

“Mudah-mudahan segera dibangun lagi (jalannya) karena ini akses utama,” beber dia.

Berbeda dengan orang tua siswa kelas 4, Niken Susanti, 28, memilih anaknya tetap pembelajaran daring di rumah. “Yang dari arah lain tetap masuk sekolah,” jelasnya. (cin/wia

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Jalan Wunut #akses terputus #ambrol #KBM Daring #sdn kedung miri #Bantul