Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rencana Bangun Jembatan Darurat Pascalongsor Selopamioro, Tujuh KK Terdampak Mengungsi Sementara

Cintia Yuliani • Senin, 24 November 2025 | 03:23 WIB
TERDAMPAK: Warga sedang mengecek lokasi longsor yang berada di Imogiri Jumat (21/11/2025).
TERDAMPAK: Warga sedang mengecek lokasi longsor yang berada di Imogiri Jumat (21/11/2025).

BANTUL -  Longsor yang terjadi di Padukuhan Kajor Wetan RT 07, Selopamioro, Imogiri, Jumat (21/11/2025), memaksa tujuh kepala keluarga (KK) mengungsi sementara ke Padukuhan Sompok.

Meski begitu, sebagian besar warga memilih pulang pada pagi hari karena menilai kondisi masih aman.

Panewu Imogiri Slamet Santoso menjelaskan, pengungsian dilakukan terutama oleh warga yang tinggal di area dekat tebing dan bantaran sungai.

“Beberapa yang ngungsi ada di Padukuhan Sompok, yang pinggir sungai. Tapi hanya malam saja, paginya sudah kembali ke rumah,” ujarnya saat dihubungi lewat telepon Minggu (23/11/2025).

Sebagian warga mengungsi ke tempat saudara, sementara lainnya memanfaatkan selter yang tersedia di sekitar Padukuhan Sompok.

Slamet menekankan, jarak titik longsor cukup jauh dari permukiman warga yakni sekitar 500 meter.

"Kalau yang Ngentak ngungsi di Padukuhan Sompok itu (jarak longsor) lebih satu kilometer dari rumahnya. Mereka takut terjadi longsor seperti di Srikeminut. Itu kan jalannya sudah retak-retak,” jelasnya.

Pascalongsor, bupati Bantul disebut langsung menggelar rapat darurat di Kalurahan Sriharjo bersama sekda, BPBD, dinsos, panewu wilayah, dan para relawan pada hari yang sama dengan kejadian longsor.

“Intinya, bupati menyatakan bahwa situasinya situasi darurat. Tanggap darurat untuk penanganan bencana tanah longsor di Srikeminut,” terang Slamet.

Keesokan harinya, bupati bersama Dinas PUPR Bantul melakukan koordinasi lanjutan untuk menentukan langkah teknis penanganan darurat.

Salah satu opsinya, merencanakan pembangunan jalur baru. Pengalihan jalur dinilai menjadi langkah paling aman.

“Kalau ambles nanti juga lama-lama bisa ambles lagi. Untuk tanggap darurat akan membuka akses yang bisa dilalui warga sebelah timur. Ada dua yang lewat jalur itu. Jalannya ada jalan sementara, jalan tembus sementara,” tambahnya.

Pengukuran awal untuk kebutuhan jembatan darurat memiliki panjang sekitar 50 meter. Namun titik aman dimungkinkan lebih jauh.

“Bisa sampai 500 meter. Paling nggak 100 meter. Kemarin sudah dihitung, membuat jembatan atau mengalihkan jalur,” terangnya.

Sebelumnya Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto membenarkan kejadian tersebut. Longsor terjadi di pekarangan milik Diyono, 72, warga Kajor Wetan RT 02, Selopamioro, Imogiri.

Awal mula kejadian, saksi bernama Damari, 69, yang juga warga setempat, sedang berada di dapur saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

“Ia mendengar suara gemuruh brug, setelah dicek, tanah di samping dapur rumahnya telah longsor,” jelas Rita.

Longsor tersebut menimpa sebagian teras rumah Damari. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dan kerugian materi. (cin/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#selopamioro #Mengungsi #Bantul #Longsor #jembatan darurat