Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Disperindag DIY Revitalisasi IKM Kulit Manding, Bantul, Perajin Peroleh Fasilitas Alat Modern, Pelatihan, hingga Pameran

Cintia Yuliani • Kamis, 20 November 2025 | 13:45 WIB
TINGKATKAN PRODUKSI: Ketua IKM Sentra Manding Yuhanto Ari Nugroho menunjukan sepatu kulit produk Manding. Dengan fasilitasi mesin dan  alat modern di Ndalem Kulit Jogja membuat perajin hemat bahan bak
TINGKATKAN PRODUKSI: Ketua IKM Sentra Manding Yuhanto Ari Nugroho menunjukan sepatu kulit produk Manding. Dengan fasilitasi mesin dan alat modern di Ndalem Kulit Jogja membuat perajin hemat bahan bak

BANTUL - Sentra utama kulit di DIY berada di Industri Kecil Menengah (IKM) Kulit Manding dan IKM Kulit Keparakan, Mergangsan, Yogyakarta. Kedua sentra kulit tersebut pada 2024 dan 2025 ini mengalami revitalisasi melalui dana alokasi khusus (DAK) Fisik serta Nonfisik Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI.

Selanjutnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY memberikan pembinaan peningkatan kapasitas dan daya saing. Khusus IKM Kulit Manding telah dibangun Ndalem Kulit Jogja (NKJ). Dilengkapi dengan mesin dan peralatan modern mendukung proses produksi IKM kulit.

“Kami mendapatkan pelatihan manajemen mutu, pengelolaan sentra IKM, serta on-the-job training (OJT). Lalu kajian penyusunan proses bisnis dan pendampingan intensif,” cerita Ketua IKM Sentra Manding Yuhanto Ari Nugroho Rabu (19/11).

Di samping itu, ada pelatihan pengelolaan bisnis, manajemen wirausaha, serta teknis produksi. Ditambah diversifikasi produk, penerapan sertifikasi dan sistem mutu. Ada pula Pengembangan akses pasar dan promosi produk melalui partisipasi dalam Jogja Desain Week (JDW) dan Indo Leather and Footwear (ILF).

 Yuhanto menceritakan, awal mula mendapatkan berbagai fasilitas tersebut saat mengikuti pameran ILF di BW Hotel Kemayoran, Jakarta. Pameran itu menjadi pintu masuk bagi sejumlah sentra IKM kulit di DIY seperti Manding (kerajinan tas kulit) dan Pucung (tatah wayang) Bantul,  Keparakan (alas kaki), Bugisan, dan Patangpuluhan, Yogyakatra.

 Dari beberapa sentra itu, Manding dan Keparakan dinilai paling siap diberdayakan. Sebab, masih memiliki banyak perajin aktif. Di Manding, misalnya ada 20 IKM. Dari jumlah itu 12 hingga 13 IKM itu di antaranya digerakan anak-anak muda.

“Ini yang membuat sentra tetap hidup,” jelas pemilik produk kerajinan kulit Elevale di Kweni, Panggungharjo, Sewon, Bantul itu.

Dengan adanya NKJ, para perajin Manding dan Keparakan mendapatkan fasilitas penggunaan sejumlah alat modern berbasis komputerisasi. Selama dua tahun penggunaan alat di NKJ diberikan gratis. Efeknya dinilai luar biasa. Yuhanto mencontohkan pekerjaannya membuat 500 buah ID Card bisa menghemat 30 persen bahan kulit. Waktu produksi lebih efisien. “Biasanya tiga hari kerja manual. Sekarang  1.500 potong bisa selesai sehari,” jelasnya.

Selain fasilitas alat, perajin juga mendapatkan pelatihan manajemen, pembuatan produk, pemasaran, hingga media sosial. Ini sekaligus menjawab persoalan regenerasi. Itu mengingat perajin banyak yang sudah berusia di atas 45 tahun.

 Lewat pelatihan para perajin di sentra Manding membentuk rebranding baru bernama MNDG. Singkatan dari Manding. “Ini brand kolektif anak muda. Hasil pelatihan kami terapkan langsung,” ujarnya. MNDG menjadi platform manajemen bersama. Produk-produk IKM Manding dikurasi. Lalu dibawa ke pameran dalam satu branding.

Penyatuan perajin dalam wadah Sinergi Industri Kerajinan Kulit Yogyakarta (SIKKY) ikut memperkuat kolaborasi. Perajin tak lagi kewalahan menerima pesanan dalam jumlah besar. Perkembangan pesat itu membuka peluang ekspor. Produk Manding dibawa ke Trade Expo Indonesia (TEI) di Jakarta. Mereka bertemu buyer dari Arab Saudi, Australia, hingga Afrika.

Di bagian lain, program serupa juga menyasar Sentra IKM Kulit Keparakan Mergangsan Yogyakarta. Tujuannya, mendukung pengembangan industri kulit berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. Harapannya IKM di DIY dapat meningkat kualitasnya, semakin luas pasarnya dan meningkatkan nilai ekonomi para pelaku usaha lokal. (cin/kus)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Mergangsan #Dana Alokasi Khusus (DAK) #Yogyakarta #industri kecil menengah #DIY #IKM Kulit Keparakan #dinas perindustrian dan perdagangan #manding #IKM Kulit Manding #Disperindag