BANTUL - Banyaknya destinasi wisata di Kalurahan Parangtritis berdampak langsung pada meningkatnya pendapatan warga. Keunggulan utama Parangtritis dibanding kalurahan lain adalah kekayaan bentang alamnya.
Ulu-Ulu Kalurahan Parangtritis Elyas Suprapta menyebut wilayahnya memiliki daya tarik yang tidak dimiliki daerah lain. “Kalau di kalurahan lain mungkin tidak ada pantai, tidak ada makam wisata religi. Di sini ada petilasan Cepuri Parangkusumo yang historinya berkaitan dengan berdirinya Keraton Jogja,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya Jumat (14/11).
Baca Juga: Pinjam Pikap untuk Angkut Tahu, Warga Kebondalem Nekat Menggadainya hingga Rp 10 Juta
Selain itu, Parangtritis memiliki wisata Gumuk Pasir yang saat ini dalam tahap restorasi, wisata Laguna View Depok, serta Wisata Bojong Asri dengan panorama tepian sungai.
Secara keseluruhan ada sembilan destinasi pantai yang ada di Kalurahan Parangtritis yakni Padang Endog, Parangtritis, Parangkusumo, Tiduri, Barcan, Cemoro Sewu, Pelangi, Talwolu, dan Depok.
Untuk wisata religi terdapat makam Syekh Bela Belu dan makam Syekh Maula, serta Museum Gumuk Pasir yang memperkaya ragam kekayaan wisata.
Menurut Elyas, kehadiran banyak objek wisata memberi keuntungan besar bagi masyarakat. Banyaknya wisata yang berkunjung dapat meningkatkan usaha-usaha warga di bidang pariwisata. Kondisi tersebut membuat pendapatan masyarakat naik secara langsung maupun tidak langsung.
Ia menilai, peningkatan ekonomi juga tidak hanya dirasakan warga Parangtritis. Warga dari luar wilayah, termasuk dari Gunungkidul yang berbatasan, turut mendapatkan manfaat karena ikut membuka usaha dan bekerja di kawasan wisata.
Baca Juga: Penuhi Target, Tim Catur DIJ Juara Tiga Nasional di Kejurnas Catur 2025 Mamuju Sulbar
Dampak paling nyata adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat, meski sebagian besar warga Parangtritis masih berprofesi sebagai petani. Aktivitas wisata memberikan mereka tambahan pendapatan yang stabil.
Ia mengatakan potensi wisata baru diperkirakan akan muncul setelah proyek Kelok 23 selesai Agustus 2026. Lokasi tersebut memiliki potensi besar untuk spot pandang pantai dari ketinggian. Lahan pribadi di sekitarnya juga memungkinkan dikembangkan oleh warga maupun kelompok wisata.
Di sisi pengembangan wisata, kata dia, Kalurahan Parangtritis memberikan dukungan pada sumber daya manusia (SDM) dengan mewadahi kelompok sadar wisata (pokdarwis) agar koordinasi antarobjek wisata berjalan baik dan tidak menimbulkan perpecahan. Penyamaan persepsi antar pengelola pun terus dilakukan.
Selain itu, dukungan lain berupa fasilitas pendukung di Pantai Pelangi yakni gazebo pertemuan, didanai melalui Danais 2023. Sementara di Laguna View Depok, kalurahan memberikan bantuan speedboat.
"Kawasan Laguna View Depok dikelola BUMDes sehingga keuntungannya bisa menambah pendapatan asli desa," Katanya.
Sementara itu, Subkoordinator Promosi Kepariwisataan di Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Markus Purnomo Adi mengatakan, memang objek wisata paling banyak dan beragam di Bantul berada di Kalurahan Parangtritis.
"Objek wisata yang paling banyak dikunjungi di di Kalurahan Parangtritis, wisata pantainya, kalau libur lebaran atau nataru bisa 300 ribu pengunjung, hari-hari biasa sampai 150 ribu, dan pas puasa 80 ribuan pengunjung," katanya. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita