BANTUL - Masyarakat diharapkan bisa mengakses beasiswa pendidikan menengah dengan baik. Sejak beberapa waktu, Pemda DIY mengalokasikan anggaran beasiswa SMA dan SMK yang bersumber dari dana keistimewaan (danais).
“Melalui sosialisasi ini kami harapkan dapat memberikan pengetahuan tentang adanya program beasiswa pendidikan menengah secara lebih luas dan masif,” ungkap Ketua Komisi D DPRD DIY Rb Dwi Wahyu Budiantoro.
Dwi Wahyu mengungkapkan itu saat hadir sebagai narasumber dalam sosialisasi Beasiswa Pendidikan Menengah di SMA Negeri 1 Kasihan, Bantul, Selasa (11/11). Sosialisasi yang diinisiasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY itu diikuti sejumlah siswa sekolah yang dulunya dikenal dengan nama SMA Negeri Tirtonirmolo, Bantul, tersebut.
Dikatakan, setelah mendapatkan sosialisasi itu, para siswa bisa memanfaatkan program beasiswa tersebut. Dengan begitu, akses pendidikan yang merata bisa dirasakan oleh masyarakat. “Khususnya pendidikan menengah SMA dan SMK di DIY,” kata wakil rakyat asal Kota Yogyakarta ini.
Meski ada efisiensi anggaran tranfer keuangan daerah (TKD) termasuk danais dari pusat ke DIY, Dwi Wahyu memastikan program beasiswa pendidikan menengah itu tetap berjalan. Tak pengurangan alokasi anggaran. “Kami tetap pertahankan mengingat pentingnya bantuan beasiswa ini. Beasiswa ini menyasar bagi para siswa dari keluarga kurang mampu ,” tegasnya.
Beasiswa pendidikan menengah diharapkan dapat membantu biaya pendidikan. Harapannya, tidak ada lagi siswa yang tak sekolah gara-gara terkendala biaya.
Dwi Wahyu juga menginformasikan, tak hanya beasiswa pendidikan menengah yang dibiayai dengan danais. Pemda DIY juga punya program bantuan kuliah istimewa. Hanya saja program tersebut belum menjangkau banyak pihak.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Wasidi menjelaskan, beberapa program beasiswa pendidikan menengah yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Mulai program beasiswa Kartu Cerdas (Kacer), beasiswa Jaminan Kelangsungan Pendidikan (JKP), dan beasiswa Retrieval.
Wasidi menjelaskan, beasiswa Kacer diperuntukkan bagisiswa tidak mampu yang menempuh pendidikan SMA/SMK di DIY. Setiap siswa memperoleh bantuan Rp 1,5 juta per tahun. Kedua, beasiswa Retrieval untuk siswa yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke SMA/SMK. Setiap murid mendapatkan bantuan Rp 3 juta per tahun.
Ketiga, beasiswa Jaminan Kelangsungan Pendidikan bagi mereka yang ijazahnya ditahan sekolah swasta karena pertimbangan belum menyelesaikan biaya administrasi sekolah. Bantuannya maksimal setiap pelajar Rp 4 juta.
Dikatakan, melalui sosialisasi tersebut diharapkan masyarakat khususnya orang tua yang memiliki anak usia SMA dan SMK menjadi paham kalau di DIY ada beasiswa yang didukung danais. “Tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena orang tua khawatir soal biaya,” katanya. (kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita