BANTUL - Gelaran Indonesia’s Horse Racing (IHR) Piala Raja Hamengku Buwono (HB) X 2025 tidak hanya menghadirkan persaingan sengit antarkuda terbaik, tetapi juga menonjolkan unsur budaya Yogyakarta.
Tradisi ini akan tercermin melalui arak-arakan bergada pembawa piala raja pada upacara pembukaan.
Simbolisasi ini menegaskan akar historis pacuan kuda yang telah berlangsung sejak era Sultan HB Ka IX.
Baca Juga: Pertaruhan Puncak Klasemen, Barito Putera Tantang PSS Sleman di Martapura
CEO & Co-Founder Sarga.Co Aseanto Oudang menyampaikan, IHR Piala Raja HB X 2025 akan menjadi perpaduan tradisi historis dan budaya modern.
“Dengan total hadiah Rp 1 miliar dan perebutan piala yang sangat bergengsi, IHR Piala Raja HB X 2025 tidak saja akan menyajikan kompetisi menarik antarkuda-kuda juara," ujarnya Jumat (7/11/2025).
Ia menjelaskan, tradisi pacuan kuda memperebutkan Piala Raja HB X telah dimulai pada masa Sultan HB Ka IX.
Penyelenggaraan tahun ini menjadi yang ke-15 sejak pertama digelar pada 2009.
Baca Juga: Tertipu, Warga Kebumen Geruduk Kantor Investasi Bodong NW Sport
“Pertunjukan budaya ini mencerminkan komitmen Sarga.Co dalam mempromosikan olahraga pacuan kuda melalui penyelenggaraan event yang profesional dan prestise, yang tetap menjunjung nilai sejarah dan kearifan lokal,” tambahnya.
Gelaran IHR Piala Raja HB X 2025 akan berlangsung di Lapangan Pacuan Kuda Stadion Sultan Agung Bantul Minggu (9/11/2025).
Sebanyak 120 kuda akan berlaga dalam 18 kelas dengan total hadiah Rp1 miliar.
Baca Juga: JPW Kritik SPPG Bantul: Tak Seharusnya Bungkam soal Kasus Keracunan Massal MBG
Kelas bergengsi Terbuka 2.000 meter menyediakan hadiah Rp200 juta dan memperebutkan Piala Raja HB X 2025.
Beberapa kuda favorit yang akan turun di kelas ini antara lain Kuda Naga Sembilan dari DKI Jakarta, serta Princess Gavi dari Jawa Barat.
Selain itu, kelas Terbuka Sprint 1.300 meter dengan total hadiah Rp 100 juta akan diisi War Kudeta (Jawa Barat), Dominator dan Dewa United (Jakarta).
Di kelas 3 Tahun Derby Div. I dengan total hadiah Rp 110 juta akan bertanding Tokugawa Eclipse (Jawa Tengah), Monochrome dan Suntora Nagari (Sulawesi Utara), serta Cassius Warrior (Jawa Timur).
Gelaran ini menjadi penutup rangkaian IHR 2025 “The Race of Rising Stars”. Tahun ini juga menghadirkan sentuhan budaya modern melalui kolaborasi dengan komunitas Uma Musume Indonesia.
Komunitas ini akan menyajikan cosplay race atau lomba lari di lintasan pacuan menggunakan kostum karakter, sebagai race ke-19 dan 20.
Baca Juga: BMKG Yogyakarta Deteksi Siklon Kalmaegi, Waspada Cuaca Ekstrem dan Gelombang Laut Tinggi
VP Marketing & Operations Sarga.Co Kevin Jonathan berharap kolaborasi tersebut bisa menarik minat generasi muda.
“Melalui kolaborasi ini kami berharap minat dan antusiasme terhadap dunia pacuan kuda di Indonesia dapat meningkat, khususnya di kalangan generasi muda,” ujarnya.
Satu hari sebelum gelaran pacuan, Sarga.Co juga akan mengadakan Sarga Festival pada Sabtu 8 November 2025 di lokasi yang sama.
Festival tersebut menampilkan Rizky Febian, Kunto Aji, Idgitaf, Teddy Aditya, Barsena Besthandi, Ndarboy, Lilo Lilo, dan SMLHD. Tiket tersedia mulai Rp 50 ribu.
Sementara tiket menonton IHR Piala Raja HB X 2025 dibagi dalam kategori regular, tribun, dan VIP, dengan rentang harga Rp10 ribu hingga Rp 3,5 juta. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita