BANTUL – Munculnya destinasi wisata buatan baru menjadi tantangan bagi Gua Selarong untuk menarik minat wisatawan.
Sebab, akibat fenomena tersebut kunjungan objek wisata ini mengalami penurunan signifikan pascapandemi Covid-19.
Petugas Tiket Retribusi (TPR) Gua Selarong Suradi mengatakan, di samping karena banyak destinasi wisata buatan baru, kondisi ekonomi masyarakat yang belum pulih juga menjadi faktor lain yang mengakibatkan penurunan kunjungan.
“Mungkin karena ekonomi, terus sekarang wisata lain banyak. Kalau liburan orang lebih pilih ke luar kota. Di sini jadi sepi,” katanya saat ditemui di Gua Selarong Jumat (7/11/2025).
Kondisi ini berbanding terbalik dengan masa sebelum pandemi, ketika kawasan yang dikenal sebagai persembunyian Pangeran Diponegoro tersebut rutin menjadi tujuan wisata keluarga, rombongan pelajar, hingga wisatawan lokal dari luar daerah.
Pun sebelum pandemi jumlah pengunjung pada hari biasa bisa mencapai 20 hingga 25 orang per hari.
Sementara pada akhir pekan, jumlah pengunjung meningkat menjadi 30 hingga 40 orang. Pada periode libur panjang dan hari besar, jumlah kunjungan bahkan mencapai 100 hingga 150 orang per hari.
“Kalau sekarang paling banyak 10 orang di hari biasa kalau akhir pekan sekitar 20 an orang,” ujarnya.
Sebelum pandemi, Gua Selarong pun juga rutin mengadakan kegiatan atau even untuk menarik kunjungan yang digelar dua kali dalam seminggu. Total bisa mencapai delapan kali even.
Namun, kini kegiatan tersebut hanya bisa dilakukan dua kali dalam sebulan karena keterbatasan dukungan anggaran.
Baca Juga: Masih Banyak yang Tahunya Borobudur di Jogja, Ini Strategi Promosi Pemkab Magelang
Selain itu, luas kawasan Gua Selarong yang hanya sekitar 2 hektare juga menjadi kendala dalam pengembangan wahana tambahan.
Beberapa permainan yang dulu sempat ada kini banyak yang rusak dan belum diperbarui.
Pihaknya berharap ada perhatian dari pemerintah setempat untuk mengembangkan destinasi wisata ini agar jumlah kunjungan dapat naik seperti sebelum adanya Covid-19.
“Ya ditambah permainan atau yang lainnya yang penting bisa menarik wisatawan berkunjung,” harapnya.
Sementara itu, seorang pedagang yang telah lama berjualan di kawasan wisata tersebut Marzani mengungkapkan ,Gua Selarong dulu memang ramai karena belum banyak destinasi wisata lain.
Bahkan kendaraan wisatawan bisa memadati jalan menuju area gua. “Even juga sering ada. Kalau sekarang jarang,” bebernya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita