Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terkendala Anggaran, BPBD Bantul Baru Bisa Aktifkan 18 Pos untuk Kurangi Risiko Bencana saat Musim Hujan

Cintia Yuliani • Kamis, 6 November 2025 | 21:34 WIB

EVAKUASI: Petugas BPBD Bantul sedang menyelamatkan sapi yang terperosok ke buangan limbah di Bolon RT 04, Palbapang, Bantul.
EVAKUASI: Petugas BPBD Bantul sedang menyelamatkan sapi yang terperosok ke buangan limbah di Bolon RT 04, Palbapang, Bantul.


BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mengaktifkan 18 pos siaga.

Hal ini untuk mengantisipasi risiko bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang selama musim hujan.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol mengatakan, 18 pos yang diaktifkan berada di 18 kalurahan.

Terutama yang dinilai memiliki potensi tinggi terjadinya bencana.

Baca Juga: Sekolah Rakyat DIY Dapat Bantuan Bus Dari Pemerintah Pusat, Permudah Layanan Angkutan Siswa

"Sebanyak 18 posnya ada di Kalurahan Muntuk, Jatimulyo, Srimartani, Pleret, Segoroyoso, Wonolelo, Wikirsari, Karangtalun, Sriharjo."

"Lalu di Karangtengah, Imogiri, Girirejo, Argodadi, Argosari, Bangunjiwo, Parangtritis, Murtigading, sama Trirenggo," katanya saat dihubungi lewat telepon, Kamis (6/11).

Lanjutnya, pengaktifan pos tersebut merujuk pada surat edaran bupati tentang status siaga darurat bencana banjir, longsor, dan angin kencang.

Surat edaran bupati tersebut berlaku mulai 24 Oktober hingga 24 Januari 2026.

Baca Juga: Prediksi Viktoria Plzen vs Fenerbahce Europa League Jumat 7 November Kick Off 03.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

"Walaupun surat edaran dari Pak Bupati mengimbau 75 kalurahan untuk mengaktifkan pos."

"Tapi kita baru mampu 18 pos karena disesuaikan juga dengan anggaran kami," ujarnya.

Selain faktor anggaran, 18 kalurahan tersebut dinilai memiliki kesiapan relawan yang baik.

Juga aktif dalam koordinasi, komunikasi, pelaporan, dan memiliki potensi bencana yang tinggi. 

Baca Juga: Pertama di Indonesia, Hotel di Kulon Progo Dijadikan Tempat Transit Haji, Embarkasi Haji DIY Siap Difungsikan 2026

"Relawannya dari relawan per kalurahan bisa dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan relawan kalurahannya lainnya," imbuhnya.

Alasan status kesiagaan darurat selama tiga bulan sampai bulan Januari 2026 itu juga disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

Meskipun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan dapat berlangsung hingga Februari 2026.

Baca Juga: Bansos PIP November 2025 Segera Cair, Cek Nama Penerima dan Status Pencairan Secara Online

"Kita lihat perkembangannya nanti seperti apa," katanya.

Nantinya relawan akan berjaga di pos masing-masing kalurahan.

Mereka akan melakukan koordinasi apabila terjadi bencana angin kencang, banjir, longsor, maupun hujan deras, untuk mengurangi risiko dampak dari bencana yang terjadi.

"Mungkin nanti juga koordinasi ke BPBD juga, dan juga kita selalu infokan dari BMKG situasi kondisi, kita ajak mereka (relawan, Red) sebagai koordinasinya di lapangan," ucapnya.

Baca Juga: RS Bethesda Yogyakarta Catat Lompatan Reputasi Digital, Raih Rating Google Review 4.8 Berkat Transformasi Budaya Pelayanan

Relawan yang berjaga di pos nantinya juga akan mendapatkan uang transport dari BPBD Bantul.

Ia berpesan kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim penghujan serta tidak panik. 

Baca Juga: Jauh Lebih Ringan dari Tuntutan! Christiano yang Tewaskan Argo Cuma Dihukum 14 Bulan Penjara

Ia juga mengimbau apabila masyarakat melihat kondisi cuaca mulai mendung, hujan deras, atau angin kencang, serta adanya potensi seperti pohon tumbang, baliho yang rawan roboh, maupun wilayah rawan longsor, agar segera melaporkan kepada FPRB, relawan setempat, maupun BPBD Bantul. 

“Dan yang pasti pantau terus untuk melihat atau mendengar informasi-informasi dari BMKG,” katanya.

Baca Juga: Prediksi PAOK vs Young Boys Europa League Jumat 7 November Kick Off 03.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Sementara itu, Ketua FPRB Pleret Muhammad Rahadian Bernadib mengatakan, sebelum adanya arahan pengaktifan pos, FPRB Pleret sebenarnya sudah aktif berjaga.

Bedanya, setelah pos diaktifkan, relawan akan mendapatkan uang transport. "Selain itu diminta absen yang jaga," katanya.

Baca Juga: Prediksi Bologna vs SK Brann Europa League Jumat 7 November Kick Off 03.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Di Pleret, potensi bencana yang paling sering terjadi adalah pohon tumbang.

Karena itu, relawan FPRB yang berjumlah 40 orang terus bersiaga untuk mengurangi risiko bencana saat musim hujan. (cin)

 

 

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Tanah Longsor #bencana banjir #Badan Penanggulangan Bencana Daerah #BPBD Bantul