Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ingin Jadi Saksi Sejarah Pemakaman Sinuhun PB XIII, Bule Swedia hingga Warga Lokal Menunggu di Bale Paleraman

Magang Radar Jogja • Kamis, 6 November 2025 | 02:29 WIB
Pemakaman PB XIII di Imogiri
Pemakaman PB XIII di Imogiri

Menjelang prosesi pemakaman Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII Rabu (5/11) warga mulai berdatangan sejak pukul 07.30. Sejumlah pedagang asongan juga tampak hadir, termasuk yang menjual terpal untuk alas duduk.

Bale Palereman, yang biasanya digunakan sebagai area parkir, tampak steril. Bule asal Swedia Hilma Nisson, 23, juga turut mengikuti prosesi pemakaman PB XIII. Ia Mengetahui meninggalnya PN XIII dari teman kampusnya. "Saya datang dengan teman-teman kampus, melihat tradisi setempat di Indonesia," katanya.

Ia mengaku, tradisi pemakaman raja di Makam Raja-Raja Imogiri menarik untuk diikuti dan dipelajari."Ini pengalaman pertama saya datang ke sini (Makam Raja-Raja Imogiri, Red)," jelasnya.

Sementara, salah satu warga Beni Purwanto asal Jakarta yang datang dari pukul 08.30 mengaku sudah mengikuti proses pemakaman di Solo. Dari Solo, ia langsung menuju Imogiri.“Sudah diniati dari Solo terus ke sini,” katanya.

Ia datang untuk mengikuti prosesi pemakaman PB XIII karena ingin meluhurkan budaya Jawa.“Berkah dari Allah, kita hanya meluhuri budaya nusantara karena ini juga leluhur kita. Sultan Sunan kan di sini semua,” ujarnya.

Sementara itu, Surani, 55, asal Jombor, Sleman, juga datang untuk melihat proses pemakaman PB XIII. Ia ingin menyaksikan momen terakhir tersebut meski belum pernah bertemu langsung.“Pengen lihat Sinuhun aja biar tenang. Pokoknya saya harus ke Pajimatan meskipun belum pernah ketemu Sinuhun. Walaupun kita enggak pernah ketemu, tapi ada berkah,” katanya.

Surani menempuh perjalanan dari rumah dengan transportasi online, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan becak motor (bentor) dari Malioboro hingga ke komplek makam Raja-Raja Imogiri, dengan total biaya sekitar Rp 86 ribu. “Naik transportasi online Rp 36 ribu, bentor Rp 50 ribu,” ujarnya.

Di tengah keramaian itu, para pedagang kaki lima turut merasakan denyut kegiatan yang berbeda dari hari biasanya. Salah satunya Surmadiansah, pedagang makanan dan minuman yang berjualan di sekitar tangga utama menuju kompleks makam. "Alhamdulillah, dari hari-hari biasa penjualan naik," ujarnya.

Biasanya, dalam hari-hari biasa, Surmadiansah hanya mendapat penghasilan cukup untuk kebutuhan harian. Namun sejak kabar pemakaman raja tersebar, pengunjung yang datang ke Imogiri meningkat tajam.

Mulai dari warga sekitar, peziarah, hingga abdi dalem dari Surakarta dan Jogjakarta, semuanya memadati area sekitar tangga makam. “Banyak yang dari luar kota juga. Ada yang dari Solo, ada juga yang bilang jauh-jauh datang dari Klaten," ungkapnya. (Lourenso Aditya)

 

Editor : Heru Pratomo
#bule swedia #Sinuhun Pakubuwono XIII #Solo #pemakaman #saksi sejarah #Bale Palereman #PB XIII #Bantul #Imogiri