BANTUL – Pameran industri grafika, Indonesia Grafika Expo 2025, resmi dibuka di Hall A Jogja Expo Center (JEC) pada Rabu (5/11/2025).
Pameran yang berlangsung hingga 8 November 2025 ini menghadirkan pameran offset printing, textile printing, digital printing, equipment & supplies terkini.
Pelaku usaha dapat datang untuk berkonsultasi.
"Kalau (IKM) belum bisa, kita pun juga ada fasilitasi yang ada di Dinas Perindustrian Perdagangan."
"Bisa datang ke sana juga untuk konsultasi ataupun juga bisa akses fasilitasi di BPPTTG (Balai Pelayanan dan Pengembangan Teknologi Tepat Guna) namanya, di unit kemasan itu ada di sana," ungkapnya.
"Dengan hanya desain melalui komputer, kemudian dituangkan di kertas—transfer paper—kemudian di-press di kain. Nah, itu sangat luar biasa sekali," katanya.
Menanggapi kekhawatiran teknologi ini akan menggerus pasar batik tradisional, Yuna memberikan klarifikasi tegas.
Ia menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan dari mesin cetak bukanlah batik printing.
Ia optimis masyarakat kini semakin bisa membedakan keduanya, sehingga IKM batik tidak perlu terlalu khawatir karena segmen pasarnya berbeda.
Ia menambahkan, teknologi grafika yang dipamerkan memiliki aplikasi yang sangat luas, mulai dari topi, sepatu, hingga mug, tumbler, dan piring, yang dapat mendukung berbagai sektor usaha.
Baca Juga: Indonesia U17 1-3 Zambia U17, Evandra Florasta Meminta Maaf dan Akui Garuda Muda Banyak Kesalahan
Penyelenggara IGE 2025 Jogja, PT Moremedia Kreasi Indonesia, Bryan Whildan Arsaha mengatakan ada 12 distributor terpilih yang ikut pameran.
"Tren saat ini adalah cetak label. Bisa dicetak satu-satu. Cetak sublimasi juga baru tren. Terutama untuk acara-acara lari. Lumayan naik trennya," kata Bryan. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin