BANTUL - Progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di kawasan Pantai Baru, Poncosari, Srandakan baru mencapai 50 persen. Saat ini, pekerjaan konstruksi telah menyelesaikan bagian pondasi bangunan.
Penyuluh perikanan yang mendampingi program KNMP Poncosari Widiarto Sarwono menjelaskan, total lahan yang diajukan izin ke Panitikismo seluas 15.014 meter persegi. Dari jumlah tersebut, 8.900 meter persegi dimanfaatkan untuk pembangunan sentra kuliner pendukung wisata Pantai Baru, pabrik es, cold storage, balai nelayan, bengkel kapal, kantor Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), kios perbekalan melaut, serta fasilitas pendukung lainnya. Adapun 3.839 meter persegi digunakan sebagai area tambatan kapal di sisi selatan.
“Nantinya kawasan ini lengkap, mulai dari fasilitas produksi, penyimpanan hasil tangkapan, hingga area pelayanan bagi nelayan,” jelasnya saat ditemui di Pantai Baru Senin (3/11).
Menurut Widiarto, pemberdayaan nelayan juga dilakukan melalui kelembagaan koperasi. Dari total 150 nelayan perahu motor tempel (PMT), jaring eret, dan nelayan sungai, hanya 80 orang yang resmi menjadi anggota koperasi. Mayoritas berasal dari tujuh kelompok usaha bersama (KUB) nelayan PMT yang ada di Poncosari.
“Harapannya seluruh nelayan dapat tergabung dalam koperasi agar pengelolaan lebih kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Untuk konstruksi, beberapa bangunan membutuhkan tenaga spesialis. Misalnya gudang beku dan pabrik es. Sistem pengerjaannya dibagi dua. Sehingga Adhi Karya hanya akan menangani pekerjaan pondasi dan struktur awal. Sementara pemasangan sistem pendingin hingga operasional akan dikerjakan subkontraktor khusus.
Sedangkan untuk proses tender kontrak, pengadaan kapal, mesin, dan jaring masih berjalan. Ditargetkan seluruh fasilitas dapat rampung Desember. Untuk mendukung suplai ikan dari luar daerah, KDMP Poncosari nantinya akan mengelola kendaraan berpendingin yang sudah disiapkan. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita