BANTUL – Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat tengah mempersiapkan prosesi pemakaman Sinuhun Paku Buwono XIII di kompleks Makam Raja-Raja Mataram, Pajimatan Imogiri, Bantul, Yogyakarta.
Sejumlah abdi dalem telah ditugaskan mengatur berbagai kebutuhan pra pemakaman, mulai dari penggalian liang lahat, pembersihan area Pajimatan, hingga gladi bersih menjelang hari pelaksanaan prosesi.
Seperti pemakaman raja-raja terdahulu, prosesi ini tetap berpatok pada tradisi Mataram. Jenazah akan dibawa melewati ratusan anak tangga Pajimatan Imogiri menuju Kedaton Kapeng X.
“Semua jenazah Raja maupun Sultan Mataram atau Surakarta lewat anak tangga. Yang paling utama biasanya disemayang di masjid, disolat, baru kemudian ditandu naik ke kompleks makam,” ujar Muhyani, abdi dalem Masjid Dalam Pajimatan, Senin (3/11/2025).
Sebelum menaiki tangga menuju masjid, jenazah akan diantar menggunakan ambulans dan diturunkan di Bale Palarman. Peti mati kemudian ditandu oleh 24 hingga 30 abdi dalem untuk disalatkan sejenak di serambi masjid. Setelah itu, jenazah dibawa menuju puncak kompleks pemakaman melewati 409 anak tangga yang sarat filosofi dan tata cara khas.
“Setiap anak tangga melambangkan laku dan perjalanan seorang raja,” tambah Muhyani.
Windarno, abdi dalem yang telah bertugas di Imogiri selama 15 tahun, menjelaskan, “Bambunya tiga membujur dan dua melintang, sehingga saat ditandu, bagian depan digotong dan belakang dipikul supaya sejajar dan tetap stabil.”
Pembuatan makam untuk Sinuhun Paku Buwono XIII belum sepenuhnya selesai, sehingga rencananya jenazah akan dimakamkan bersebelahan dengan Paku Buwono XII.
Secara keseluruhan, persiapan pemakaman hanya ditugaskan kepada abdi dalem. Warga sekitar Pajimatan diminta untuk menjaga kebersihan area kompleks dan sekitarnya menjelang hari prosesi.
Baca Juga: Madrasah Aliyah Kulon Progo Ancang-ancang, Lakukan Pengadaan Komputer untuk TKA
“Warga yang rumahnya di pinggir tangga biasanya diminta menjaga kebersihan depan rumah. Pakaian dijemur atau sampah di tangga tidak boleh ada. Semua harus bersih,” ujar Darmanto, salah satu warga kawasan Pajimatan.
Warga hanya bertugas menjaga kebersihan, sementara seluruh persiapan pemakaman menjadi tanggung jawab abdi dalem. Gladi bersih dijadwalkan sehari sebelum prosesi, dan kunjungan ke kompleks akan ditutup setelah dzuhur, Selasa (4/11).
(Salwa Mutia)
Editor : Heru Pratomo