Penjual Bakso Babi di Ngestiharjo Ternyata Beragama Islam, Ini Kata RT Setempat...
Cintia Yuliani• Selasa, 28 Oktober 2025 | 02:43 WIB
Ketua RT 4 Padukuhan Empat Cungkuk Bambang Handoko saat ditemui di rumahnya Senin (27/10)
BANTUL - Pedagang bakso babi di RT 4 Padukuhan Empat Cungkuk, Kalurahan Ngestiharjo, Kasihan yang kini sedang viral ternyata beragama Islam. "Penjualnya muslim, muslimnya ya cuman muslim-musliman lah, dan jualannya dengan iparnya," jelas Ketua RT 4 Padukuhan Empat Cungkuk, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan Bambang Handoko saat ditemui di rumahnya Senin (27/10).
Ia pun mengaku penjual bakso tersebut jarang berinteraksi dengan lingkungan. Meski masih menyapa ketika berpapasan di jalan, penjual itu jarang berkunjung ke rumah warga di RT 4 Padukuhan Empat Cungkuk. Ia juga dinilai acuh terhadap sekitar dan tidak pernah bersosialisasi.
"Nggak pernah srawung, kalau sudah habis dia pulang, jam dua jualan lagi, di sini khusus jualan saja," tutupnya.
Diketahui, pedagang bakso babi bernama Saido merupakan warga asli Padukuhan Cobongan, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan. Lokasi warung bakso babinya berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya.
Mengenai keberadaan bakso babi di RT-nya, Bambang mengaku sudah mengimbau untuk memasang label non-halal. Saido merespons permintaan tersebut dan memasang tulisan babi di kertas dengan ukuran kecil. "Pernah dipasang dihapus lagi," katanya.
Berdasarkan pantauannya, setelah terpasang spanduk oleh DMI Ngestiharjo masih tetap ada warga muslim yang membeli bakso milik Saido. "Ya sebulan yang lalu saya mendekati pembeli di situ yang memakai jilbab, aku bilangin jangan memakan itu karena itu haram," katanya.
Beberapa hari terakhir, ia tidak lagi melihat pembeli muslim yang mengenakan jilbab datang ke warung bakso tersebut.
Sementara itu, Saido dan wanita paro baya yang menemani berjualan di warung bakso tersebut enggan untuk dimintai keterangan. "Enggak mau, takut salah ngomong," kata wanita itu singkat. (cin)