BANTUL - Kebakaran melanda kompleks Pasar Seni Gabusan (PSG), Bantul pada Jumat (24/10) malam lalu.
Diduga peristiwa itu dipicu oleh korsleting listrik dan mengakibatkan setidaknya 14 unit kios/ruko kerajinan ludes terbakar.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Bantul, Irawan Kurnianto menjelaskan kejadian kebakaran yang terjadi di PSG, Bantul itu bermula sekitar pukul 21.15 WIB.
Seorang petugas keamanan (sekuriti) PSG yang sedang bertugas di pos mencium bau kabel terbakar.
"Setelah dilakukan pengecekan ke area kios di sebelah belakang (kios barat), sekuriti tersebut mendapati salah satu blok kios telah terbakar di bagian atap bangunan. Setelah itu sekuriti langsung lapor ke BPBD Bantul," katanya, Sabtu (25/10).
Setelah mendapatkan laporan, lanjut Irawan, sebanyak empat unit mobil pemadam dikerahkan untuk menaklukkan si jago merah.
Petugas yang berjumlah 20 orang pun harus dibantu relawan dan warga lainnya untuk memadamkan api.
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian ditaksir mencapai Rp150 hingga 200 juta.
Menurut Irawan, kebakaran itu menghanguskan sedikitnya sejumlah kios berukuran 6x20 meter yang menjual berbagai produk kerajinan, seperti barang antik, mebel kayu, sepeda ontel, hingga suku cadang motor tua.
"Api cepat membesar karena jualan pedagang mayoritas terbuat dari material gampang terbakar, sehingga pemadaman membutuhkan waktu kurang lebih dua jam," jelasnya.
Sementara, Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto membenarkan jika dugaan awal dari kebakaran yang ada di PSG itu berasal dari korsleting listrik.
Petugas sudah memasang garis polisi dan memintai keterangan sejumlah saksi untuk memastikan sumber pasti kebakaran.
"Dari informasi saksi yang kami terima, saat itu ada suara letusan kecil dan genteng yang jatuh dari salah satu kios," ujarnya.
Rita juga menjelaskan, dari data sementara yang didapat, kebakaran menghantam sebanyak 14 unit kios, yang sebagian besar diisi oleh pedagang barang-barang kerajinan, seni, dan barang antik.
Selain itu juga ada 10 pemilik kios yang berhasil diidentifikasi, meskipun identitas lengkap kepemilikan kios lainnya masih dalam pendataan.
"Tidak ada korban jiwa, tapi nilai kerugian cukup besar. Kami masih lakukan pendalaman untuk memastikan titik awal korsleting," tegasnya. (ayu)
Editor : Bahana.