Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dari Santri ke Pengusaha Egg Roll Ubi Ungu, Kisah Istiqamah Mohammad Lutfi Yuniarto

Cintia Yuliani • Jumat, 24 Oktober 2025 | 03:15 WIB
TEKUN DAN DISIPLIN: Mohammad Lutfi Yuniarto saat masih menjadi santri di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo dan kini menekuni usaha camilan egg roll ubi ungu.
TEKUN DAN DISIPLIN: Mohammad Lutfi Yuniarto saat masih menjadi santri di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo dan kini menekuni usaha camilan egg roll ubi ungu.

 

BANTUL - Siapa sangka camilan egg roll ubi ungu yang kini jadi salah satu oleh-oleh khas Jogja lahir dari tangan seorang santri. Dialah Mohammad Lutfi Yuniarto, warga Padukuhan Bedukan, Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret.

Lutfi bukan lulusan pesantren dengan ijazah formal. Ia justru meninggalkan pondok tanpa selembar sertifikat. "Saya keluar pondok tidak dibekali ijazah. Dulu ijazah pondok belum diakui di luar. Waktu itu juga belum ada ujian persamaan," kenangnya sambil tersenyum.

Namun keterbatasan itu tak membuatnya gentar. Dari pondok justru ia mendapat bekal yang tak bisa digantikan oleh selembar ijazah yakni kemandirian dan ketekunan.

"Di pondok kita nyuci sendiri, makan antre, hidup disiplin. Dari situ saya belajar mandiri untuk melanjutkan hidup di luar,” ujarnya saat dihubungi Radar Jogja, Rabu (22/10/2025).

Lutfi mulai menjadi santri sejak usia 12 tahun, sekitar 1984 dan menimba ilmu selama tujuh tahun hingga 1991. Setelahnya ia melanjutkan kuliah di UIN Sunan Kalijaga Jogja. Selesai menyelesaikan kuliah, ia berencana membuat usaha dengan istrinya. 

Dari situlah perjalanan bisnisnya dimulai. Lutfi sempat menekuni kerajinan miniatur dari limbah kayu dan berhasil menyewa stan di Matahari Mall Solo pada 1998. Namun, kerusuhan besar di masa reformasi membuat mal itu terbakar bersama seluruh hasil karyanya.

“Waktu itu semua ikut terbakar, akhirnya saya mulai lagi dari nol,” tutur mantan santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo, Jawa Timur, ini.

Tak lama ia banting setir ke usaha konveksi berbahan kain tenun. Produknya berupa pakaian yang digemari wisatawan. Namun gempa Jogja pada 27 Mei 2006 kembali mengguncang. Mesin rusak, karyawan kehilangan tempat tinggal, dan turis berkurang drastis. “Tapi saya nggak mau berhenti. Saya dan istri terus cari ide baru,” katanya.

Hingga akhirnya pada 2010 ia menemukan resep unik berbahan ubi ungu. Ide itu muncul saat istrinya yang gemar mengoleksi buku masakan menemukan resep kue kering berbahan dasar ubi ungu. Keduanya kemudian mencoba membuatnya, dan hasilnya tak disangka, kue tersebut laris manis saat dijual pada momen Lebaran.

Dari situ muncul ide membuat camilan yang bisa dinikmati kapan saja. Setelah serangkaian eksperimen, lahirlah Egg Roll Ubi Ungu yang diberi nama brand Shasa. Kini produknya bisa ditemui di berbagai toko oleh-oleh Jogja.

Sebelum pandemi Covid-19, ia mempekerjakan sekitar 25 karyawan dan memiliki lebih dari 10 reseller di berbagai daerah. Meski sempat turun karena pandemi, Lutfi tetap bertahan dengan sembilan karyawan. Produksi hariannya kini sekitar 300 kotak, dijual Rp 13.500 per kotak.

Tak hanya memproduksi, Lutfi juga membuka rumah edukasi pembuatan egg roll. Banyak pelajar, dari TK hingga SMA, datang belajar langsung.

Alhamdulillah sejak 2013 banyak yang berkunjung ke rumah produksi. Bahkan ada juga rombongan ibu-ibu PKK dan santri,” ujarnya.

Bagi Lutfi, nilai-nilai pondok seperti kesederhanaan, kemandirian, dan istiqamah menjadi fondasi utama dalam berwirausaha. "Yang paling penting itu istiqamah. Kalau kita istiqamah, insya Allah jalan selalu ada,” ucapnya mantap.

Ia berpesan kepada para santri agar tidak ragu menekuni bidang di luar ilmu agama. Menurutnya, santri justru memiliki modal kuat untuk menjadi wirausahawan karena telah terbiasa hidup mandiri di pondok, mengatur keuangan sendiri, dan disiplin dalam menjalani kegiatan.

Ia menekankan pentingnya keyakinan, kerja nyata, serta evaluasi berkelanjutan dalam setiap langkah, dan agar tidak mudah menyerah dalam prosesnya. (cin/laz) 

 

 

Editor : Herpri Kartun
#pesantren #Padukuhan Bedukan #Kalurahan Pleret #pondok pesantren #Egg roll #ubi ungu #PKK #Kapanewon Pleret #PMDG #pleret #UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta #Bantul #Mohammad Lutfi Yuniarto #pondok #features #jawa timur #Istiqamah #Hari santri #ponorogo #santri #Matahari Mall Solo #Pondok Modern Darussalam Gontor