BANTUL – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul masih mengalami kendala dalam melakukan pemangkasan pohon di sejumlah titik.
Keterbatasan alat dan jumlah personel menjadi hambatan utama dalam penanganan permintaan masyarakat yang semakin meningkat.
Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, terus berupaya melakukan pemangkasan secara bertahap.
Namun, banyaknya laporan dan kondisi pohon yang perlu ditangani membuat kegiatan tersebut harus dijadwalkan secara selektif.
“Untuk kondisi sekarang ini, banyak pohon yang harus dipangkas tapi tidak seimbang dengan jumlah personel di lapangan. Jadi, kami menerapkan skala prioritas,” jelasnya saat dihubungi Kamis (23/10/2025).
Menurutnya, setiap pengaduan masyarakat tetap ditindaklanjuti. Hanya, tim harus melakukan asesmen terlebih dahulu untuk menentukan lokasi yang membutuhkan perhatian lebih.
“Tim akan menilai mana yang perlu didahulukan, dan dari situ, jadwal pemangkasan disusun agar lebih efektif,” jelasnya.
Meski begitu, tim DLH Bantul tetap melakukan pemangkasan secara rutin. “Paling tidak seminggu sekali, tim kami turun untuk melakukan pemangkasan.
Lanjutnya, jika sifatnya darurat seperti pohon roboh akan langsung ditangani oleh DLH Bantul untuk melakukan pemangkasan pohon.
Ia menjelaskan, prioritas pemangkasan berada di jalan-jalan kabupaten, sesuai dengan tupoksi DLH Bantul. Namun, masyarakat kerap mengajukan permintaan di luar wilayah tersebut.
“Kadang kadang masyarakat perorangan yang bukan di Jalan Bantul juga minta, ada hal-hal yang harus dipahami oleh masyarakat," katanya.
Meski begitu, pihaknya tetap berupaya membantu sebisa mungkin. Permintaan pemangkasan tertinggi datang dari wilayah pemukiman padat.
Banyak warga menginginkan pohon di sekitar rumah mereka dipangkas karena khawatir roboh.
“Ini dinamika masyarakat. Karena pemangkasan dari DLH gratis, jadi permintaannya tinggi sekali,” bebernya.
Untuk wilayah prioritas, Bambang menyebut beberapa lokasi yang memiliki banyak permintaan pemangkasan pohon dan penebangan pohon berasa di Bantul, Jetis, dan Sewon.
Ketiga wilayah itu menjadi fokus tim pemangkasan karena kondisi pohonnya dinilai paling membutuhkan perawatan rutin.
“Kami akan terus maksimalkan personel yang ada, sambil mengatur jadwal dan prioritas agar semua bisa tertangani dengan baik,” tambahnya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita