BANTUL – Banyaknya kegiatan kebudayaan di Bantul membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kaki lima (PKL).
Salah satunya terlihat pada gelaran Festival Bregada Rakyat DIY 2025 yang diadakan di Goa Selarong, Watu Gedung, Guwosari, Pajangan Minggu (19/10). Event budaya tersebut mampu mendongkrak pendapatan pedagang hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
Salah satu pedagang pentol bakso, Nur Halimah, 37, mengaku sangat merasakan dampak positif dari adanya kegiatan semacam ini.
“Alhamdulillah, dengan adanya event seperti ini, tadi saya bawa pentol bakso penuh, sekarang tinggal separo,” ujarnya saat ditemui di Goa Selarong Minggu (19/10).
Ia biasanya berjualan di sekolah-sekolah dasar dan PAUD di Krebet daerah asalnya. Namun, pendapatan dari berjualan di sekolah kini tak sebesar dulu karena aturan sekolah yang membatasi waktu berjualan. Sehingga pendapatannya berkurang.
Baca Juga: Angin Kencang Terjang Gunungkidul, dalam Sepekan 50 Rumah dan Fasilitas Umum Rusak
“Sekarang kalau jualan di sekolah susah, hanya boleh pas jam pulang. Tapi anak-anak sudah habis uangnya di kantin,” keluhnya.
Maka dari itu, Halimah mengaku sangat senang jika ada kegiatan besar seperti festival bregada ini. "Hari biasa penghasilannya sekitar Rp 500 ribu, kalau ada event bisa capai Rp 1 juta lebih," katanya.
Ia berharap event semacam ini bisa sering diadakan terutama saat hari Sabtu dan Minggu, karena pada hari tersebut sekolah libur.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat lebih sering diselenggarakan, terutama hari Sabtu dan Minggu, mengingat pada hari tersebut sekolah sedang libur.
Sementara itu, pedagang minuman yang menetap di Goa Selarong juga merasakan seperti apa yang dirasakan oleh Nur Halimah. Pendapatannya naik hingga berkali-kali lipat. "Pendapatan bisa naik kisaran Rp 1 juta lebih, kalau hari biasa Rp 200 ribuan, karena pengunjung di Goa Selarong sepi," jelasnya.
Ia berharap event di Goa Selarong dapat kembali diselenggarakan dengan frekuensi seperti dahulu.
Selain itu, ia juga berharap jumlah pengunjung di Goa Selarong kembali meningkat seperti sebelumnya, sehingga dapat berdampak positif terhadap peningkatan pendapatannya sebagai pedagang. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita