BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul berupaya untuk merealisasikan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Saat ini, ada lima gerai KDMP yang mulai dibangun. Targetnya bisa selesai dan beroperasi pada Januari 2026.
Dandim Kodim 0729 Bantul Letkol Kav Fikri Nurheld menyebut, pembangunan gerai KDMP akan dilakukan di setiap kalurahan. “Kami akan membentuk satgas untuk membantu proses pembangunan, mulai dari pondasi hingga pendirian koperasi," katanya saat peletakan batu gerai KDMP di Wukirsari, Imogiri Jumat (17/10).
Desain bangunan seluas 600 meter persegi atau 20x30 meter ini mencakup area pertokoan dan pergudangan. Pembangunan gerai KDMP ini didanai dari APBN melalui mekanisme langsung dari pemerintah pusat.
Di Bantul, lanjutnya, peletakan batu pertama dilakukan serentak di lima titik. Yakni Wukirsari, Pleret, Srimartani, Timbulharjo, dan Srihardono. Targetnya, lima gerai KDMP tersebut sudah rampung pada Januari 2026.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut, wilayahnya sendiri akan memiliki 75 gerai KDMP. Keberadaan gerai sendiri, disebut akan membuat koperasi berjalan optimal.
Dia memastikan, pemerintah kabupaten akan memberikan pendampingan KDMP. Mulai dari pembentukan kelembagaan, legalitas hukum, hingga permodalan. "Ini (pembangunan gerai, Red) akan menyelesaikan problem yang selama ini dimiliki oleh KDMP di Bantul, yaitu tiadanya tempat usaha," sebutnya di lokasi yang sama.
Optimalisasi KDMP, lanjutnya, juga dilakukan dengan mengajak warga miskin menjadi anggota. "Nanti akan dibiayai melalui program pemberdayaan berbasis masyarakat padukuhan," katanya.
Selain itu, ASN juga diwajibkan menjadi anggota KDMP. Sebab, koperasi ini merupakan lembaga bisnis yang memerlukan modal mandiri sebelum memanfaatkan pinjaman dari perbankan atau lembaga keuangan lainnya.
“KDMP nanti akan menjadi distributor pupuk dan gas melon. Ini merupakan kebijakan pemerintah pusat untuk memotong rantai pasar agar masyarakat bisa mendapatkan harga yang lebih murah,” sebutnya.
Selain sebagai distributor, KDMP juga dirancang untuk memasarkan produk-produk lokal. “Dari anggota maupun masyarakat desa setempat,” bebernya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita