BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berencana memindahkan lokasi gapura selamat datang. Jika sebelum dirobohkan gapura ini berada di Jalan Cepit-Tembi, nantinya akan dipindah ke perempatan Dongkelan.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut, penempatan gapura di lokasi lama menimbulkan kesan dibatasinya kawasan perkotaan. Padahal, kawasan perkotaan itu tidak hanya ada di dalam gapura lama.
“Berdasarkan Peraturan Daerah tentang Tata Ruang, ada lima kawasan perkotaan. Di Bantul, yaitu Banguntapan, Sewon, Kasihan, dan Bantul kota,” bebernya saat ditemui di acara Word Clean Up Day di Timbul, Sewon Rabu (15/10).
Karena itu, Pemkab Bantul berencana menarik posisi gapura selamat datang ke utara. Langkah ini sekaligus menegaskan wilayah utara Bantul, termasuk Sewon, juga merupakan bagian dari kawasan perkotaan.
Pemindahan gapura ini, lanjut Halim, menjadi bagian dari rencana jangka panjang pembangunan penanda pintu masuk Kabupaten Bantul di berbagai titik.
“Pintu masuk Bantul kan banyak, ada di Jalan Imogiri Timur, Imogiri Barat, Parangtritis, Bantul, Tamantirto, dan Banguntapan," rincinya.
Nantinya pihaknya berencana akan membangun gapura-gapura penanda di tiap akses masuk wilayah Bantul. Meski konsep awal sudah disiapkan, pembangunan fisik belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Karena belum ada alokasi anggaran.
“Kalau konsep mentahnya ada, tapi anggarannya belum. Mungkin akan dibangun sekitar 2027," katanya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul Jimmy Alran Manumpak Simbolon mengatakan, pihaknya masih melakukan konsultasi pembangunan gapura dengan pimpinan. "Konsultasi yang dilakukan karena memang ada kemungkinan lokasi gapura akan kita pindahkan," jelasnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita