BANTUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menargetkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan dapat rampung dalam waktu tiga tahun.
Meski sebelumnya ditargetkan lima tahun, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menegaskan keinginannya untuk mempercepat penyelesaiannya.
“Itu pula yang tadi kita bicarakan di sini. Kita sudah merencanakan agar pembangunan jalan dan jembatan ini harus naik dan dipercepat penuntasannya,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya Senin (13/10).
Ia menjelaskan, meski anggaran daerah mengalami penurunan, Pemkab Bantul tetap menaikkan alokasi dana untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.
“Kita pertahankan agar tetap ada kenaikan. Walaupun anggaran secara umum berkurang, untuk jalan dan jembatan tetap kita alokasikan naik,” ungkapnya.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, anggaran dari beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya ditekan. Dana hasil efisiensi itu kemudian dialihkan untuk memperkuat sektor infrastruktur, terutama sarana dan prasarana yang menunjang perekonomian masyarakat.
“Rp 80 miliar di tahun depan untuk jalan dan jembatan, dibanding tahun ini ada kenaikan sekitar Rp 40 miliar," katanya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Tolak Pakai APBN untuk Usulan Luhut, Sebenarnya Apa Itu Family Office?
Halim memastikan, realisasi pembangunan infrastruktur secara keseluruhan di Bantul tahun depan mencapai lebih dari Rp 130 miliar.
Selain itu, Pemkab Bantul juga mengajukan tambahan dukungan dari pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah, yang kini telah mendapatkan persetujuan.
“Yang non-APBD juga sudah kita mintakan dan disetujui melalui izin Inpres Jalan Daerah,” tandasnya. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita