BANTUL - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul melakukan upaya pencegahan penyakit zoonosis dengan memberikan vaksinasi rabies pada hewan yang berpotensi menularkan virus tersebut. Langkah ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari risiko penularan rabies.
Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo mengatakan, rabies dapat tertular dari hewan ke manusia melalui air liur dan gigitan hewan yang terinfeksi. "Ada tiga jenis hewan yang dilakukan vaksinasi rabies secara gratis, kucing, anjing, sama kera," katanya saat dihubungi Minggu (12/10).
Menurutnyan tiga hewan tersebut mempunyai potensi tinggi menularkan penyakit rabies ke manusia. Terdapat tiga syarat hewan yang akan diberikan vaksinasi rabies di DKPP Bantul, yakni hewan harus sehat. Tidak sedang sedang hamil, dan minimal berumur enam bulan.
Joko menyebut vaksinasi rabies tahun ini telah dilaksanakan dua kali di bulan Juli dan Oktober ini.
"Saat event Bantul Creative Expo sebanyak 60 kuota, dan event World Rabies Day sebanyak 150 kuota," katanya.
Artinya, tahun ini DKPP Bantul sudah melakukan vaksinasi rabies sebanyak 210 hewan di Bantul.
Ia berharap, vaksinasi rabies dapat mencegah penyebaran virus rabies yang mematikan dari hewan ke manusia. Serta dapat menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi masyarakat.
Sementara itu, ketua komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul Arif haryanto mengatakan, vaksinasi rabies dapat melindungi hewan dari infeksi virus rabies yang didapat dari dari gigitan hewan lain. Menurutnya rabies adalah penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia.
"Dengan melakukan vaksinasi rabies kepada hewan, kita memutus rantai penularan virus rabies ke manusia," katanya.
Lanjutnya World Health Organization (WHO) mencatat, 99 persen kasus rabies pada manusia berasal dari gigitan anjing yang tidak mendapatkan vaksinasi. Hewan yang tidak menerima vaksin, dapat menjadi sumber penularan di lingkungan, terutama di daerah padat penduduk.
"Program vaksinasi rabies massal pada hewan ini, bisa membantu mencegah wabah," jelasnya.
Ia menyarankan kepada pemilik hewan agar memastikan peliharaannya mendapat vaksin. Setidaknya satu kali setahun. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kesehatan masyarakat. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita