BANTUL - Tempat pemungutan retribusi (TPR) kawasan pantai Bantul sudah dipindah di sisi selatan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Meski setiap pantai sudah memiliki TPR, kebocoran retribusi masih bisa terjadi.
Koordinator TPR Pantai Samas hingga Pantai Pandansimo Suta Akhir mengatakan, terdapat empat titik yang berpotensi menjadi jalur tembus wisatawan tanpa melalui TPR.
“Sebenarnya masih ada kebocoran retribusi di perempatan Cangkring, Muara Pandansimo, Tanggul Tirto, dan Kuwaru. Itu kita kurang petugas, belum dijaga,” katanya saat ditemui di TPR Pantai Cangkring Minggu (12/10).
Ia menjelaskan, titik tersebut hanya dijaga di hari tertentu. Seperti pada hari Minggu, libur nasional, dan saat ada event. Penjagaan dilakukan oleh dua petugas yang diambil dari personel kebersihan. Sehingga, kebocoran retribusi masih berpotensi terjadi di hari-hari biasa.
Sedangkan lima pantai di sisi barat lainnya total dijaga oleh 22 petugas TPR. Terdiri dari Pantai Pandansari terdapat tiga petugas, Pantai Goa Cemara enam petugas, Pantai Cangkring empat petugas, Pantai Baru enam petugas, dan Pantai Samas memiliki dua petugas. Setiap harinya, petugas akan bergantian untuk berjaga dan libur.
“Di hari Minggu, event, dan hari libur semua petugas masuk,” tuturnya.
Meskipun demikian, jumlah petugas masih belum mencukupi. Terutama di Pantai Samas yang hanya memiliki dua petugas. Artinya dalam satu hari hanya ada satu petugas yang berjaga. “Kalau petugasnya mau keluar nggak ada yang jaga, masih susah semua ini teman-teman,” ujarnya.
Terlebih fasilitas di setiap TPR belum memadai. Seperti ketersediaan kamar mandi hingga aliran listrik.
“Sejauh ini sudah pernah hujan, jadi tenda kalau ada angin kadang kehujanan, dan pernah tenda terbang jika hujan tiba,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Yuli Hernadi mengatakan, seluruh pantai di Bantul telah memiliki TPR dan petugas sudah dinilai mencukupi. “Kita hanya akan menambah petugas di hari Minggu saja,” lontarnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita