BANTUL – Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul mulai mengenalkan gamelan kepada anak-anak taman kanak-kanak (TK). Langkah ini menjadi upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Kepala Disbud Bantul Yanatun Yunadiana mengatakan, tahun ini merupakan tahap awal kegiatan belajar gamelan untuk anak TK. “Tahap awal baru satu TK saja. Ke depan akan ada lagi kegiatan serupa,” ujarnya saat dihubungi Selasa (7/10).
Menurutnya, kegiatan pengenalan gamelan ini baru diinisiasi tahun ini dan belum ditargetkan secara khusus. “Untuk yang gamelan kita tahun ini baru kita inisiasi dulu, belum kita buat target. Tapi insyaa Allah akan kita pikirkan untuk kegiatan di 2026,” jelasnya.
Yanatun menambahkan, kegiatan ini berbeda dengan program rutin Disbud seperti wajib kunjung museum atau kegiatan melukis yang sudah berjalan setiap tahun. “Kalau yang wajib kunjung museum sama melukis sudah rutin, kalau yang ini belum. Tahun ini yang gamelan baru pertama kali ini,” katanya.
Pada pelaksanaan perdananya, antusiasme anak-anak sangat tinggi. Mereka tampak senang dan bersemangat mencoba menabuh gamelan. Karena keterbatasan tempat, kegiatan bahkan harus dibagi dalam beberapa kloter. “Anak-anak senang sekali, sampai kita buat beberapa kloter karena kekurangan tempat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diperkenalkan berbagai jenis dan nama-nama instrumen gamelan. Harapannya, sejak usia dini mereka dapat mengenal budaya sendiri dan menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan daerahnya.
Baca Juga: Jatuh dari Tebing Pantai Parangtritis, Pencari Rumput Laut Ditemukan Meninggal Dunia
“Kalau anak-anak mengenal budaya mereka, mereka akan mengenal jati diri warga Bantul sendiri. Artinya mereka tidak akan lupa bahwa jati diri mereka punya budaya yang tinggi,” tutur Yanatun.
Untuk saat ini, kegiatan pengenalan gamelan masih difasilitasi oleh pihak TK yang mengundang Disbud. “Anggaran masih dari TK yang mengundang kita. Ke depan, kalau anak-anak TK mau belajar gamelan, kita siap memfasilitasi. Tapi saat ini memang belum kita siapkan anggaran untuk itu,” jelas Yanatun.
Baca Juga: Jatuh dari Tebing Pantai Parangtritis, Pencari Rumput Laut Ditemukan Meninggal Dunia
Ia menegaskan, jika sistem kegiatan berjalan baik dan hasilnya memuaskan, program pengenalan gamelan ini akan ditingkatkan pada 2026. “Baru kita coba dulu, nanti kalau sistemnya bagus dan hasilnya bagus, kita tingkatkan di 2026,” pungkasnya.
Ia juga berharap langkah kecil ini bisa menjadi pondasi agar minat terhadap kesenian tradisional terus berlanjut hingga jenjang lebih tinggi. “Harapannya, TK sudah kita kenalkan. Semoga nanti di SD mereka tidak lupa dan tetap tertarik pada kesenian karawitan. Dengan begitu beberapa tahun lagi kita bisa mempertahankan predikat juara umum tingkat DIY karena punya bibit-bibit,” katanya. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita