BANTUL – Pemkab Bantul telah memberlakukan peraturan wajib membuat biopori bagi aparatur sipil negara (ASN) dengan tenggat waktu Jumat (26/9).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, pendataan masih berjalan karena harus melalui verifikasi berdasarkan nama titik koordinat pemasangan biopori oleh ASN sebanyak 8.000.
“Lalu dicocokkan juga dengan foto, video biopori jadi butuh waktu karena manual,” jelasnya saat dihubungi Kamis (2/10).
Ia mengaku pendataan sebenarnya lebih cepat menggunakan aplikasi, tetapi menurutnya membuat aplikasi juga membutuhkan waktu yang lama.
“Kita target satu minggu selesai pendataan,” tuturnya.
Walaupun masih dalam proses pendataan, ia mengatakan sudah cukup banyak ASN yang melaporkan pemasangan biopori.
Bambang menegaskan, kewajiban membuat biopori ini menjadi bagian dari regulasi yang sudah ditetapkan. Jika ada ASN yang tidak membuat, sanksi akan menjadi tugas kepala unit kerja masing-masing.
Setelah pendataan selesai, pihaknya juga akan melakukan monitoring di lapangan. Tidak menutup kemungkinan pula akan dilakukan sosialisasi kembali.
“Biopori salah satu metode yang sangat efektif dalam mengelola penyelesaian sampah organik di rumah setiap ASN maupun warga,” ujarnya.
Sesuai regulasi, katanya, kewajiban ini hanya berlaku bagi ASN dan pamong kalurahan. Jika ditemukan kendala di lapangan, pihaknya mencatat sebagai bahan evaluasi. Saat ini DLH Bantjl masih fokus melakukan verifikasi data agar perencanaan sesuai dengan fakta di lapangan.
“Selanjutnya kita tetap menerima masukan untuk perbaikan. Harapannya sampah organik bisa diatasi dengan cepat dalam waktu yang pendek,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasi Penindakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul Sri Hartati mengatakan, sudah membuat biopori di rumahnya.
Sedangkan Kepala seksi promosi dan Informasi Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Markus Purnomo Adi masih terkendala lahan yang sempit dan sudah dipaving, sehingga untuk mengolah sampah di rumahnya ia menggunakan kompos bag yang secara volume menurutnya lebih besar.
"Menggunakan kompos bag sudah jalan lima bulan ini," jelasnya. (cin)
Editor : Bahana.