BANTUL - Generasi muda saat ini dihadapkan berbagai godaan yang dapat menjauhkan dari aktivitas literasi. Untuk itu, Pemkab Bantul berupaya menumbuhkan budaya literasi lewat Festival Literasi.
"Generasi muda kita arahkan belajar berproses memperoleh ilmu, sehingga kita bisa mengantarkan mereka ke budaya literasi yang baik," jelas Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat ditemui di Festival Literasi Rabu (1/10).
Baca Juga: Gebrakan Baru, Atlet dan Pelatih Berprestasi di Kota Magelang Bisa Dapat Program Bedah Rumah
Menurutnya, jika bangsa memiliki indeks literasi tinggi, maka akan membawa kemajuan. Termasuk menurunkan tindak kriminalitas. Sebaliknya, rendahnya indeks literasi dapat menimbulkan tatanan sosial yang buruk. Membuat masyarakat mudah terpengaruh berita yang belum tentu kebenarannya.
Karena itu, dia memberikan perhatian khusus kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bantul yang memiliki amanah meningkatkan literasi masyarakat. Sehingga perpindahan Perpustakaan Umum Bantul juga menjadi langkah tepat karena terbukti meningkatkan jumlah kunjungan.
Plt Kepala Dispusip Bantul Sukrisna menambahkan, kunjungan Perpustakaan Umum Bantul meningkat 100,1 persen dibandingkan sebelumnya.
“Di gedung lama sebanyak 25.923 orang, menjadi 52.877 orang pengunjung di akhir September 2025,” katanya.
Angka kenaikan tersebut menunjukkan gedung perpustakaan yang baru telah menjadi simbol bangkitnya literasi di Bantul. Upaya lain untuk meningkatkan literasi adalah dengan festival yang digelar. Sebab menghadirkan berbagai buku dari 20 penerbit, hingga bedah buku.
Tersedianya akses yang lebih luas terhadap buku dan bahan bacaan melalui kontribusi penerbit dan perpustakaan diharapkan mampu menciptakan sinergi. Baik antara dunia pendidikan, komunitas literasi, penerbit, pelaku seni, dan masyarakat umum.
“Juga diharapkan dapat tercipta suasana literasi yang inklusif dengan mengintegrasikan seni dan budaya sebagai bagian dari penguatan literasi,” harapnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita