Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meski Sudah Ada Kamera Pengawas, Satpol PP Bantul Akan Terus Lakukan OTT Pembuang Sampah Sembarangan

Cintia Yuliani • Selasa, 30 September 2025 | 14:45 WIB

 

OTT: Pelaku pembuangan sampah sembarangan sedang ditindak oleh Satpol PP Bantul.
OTT: Pelaku pembuangan sampah sembarangan sedang ditindak oleh Satpol PP Bantul.
 

BANTUL - Kamera pengawas telah dipasang di titik rawan pembuangan sampah. Oleh karena itu,
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul hanya akan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) hingga akhir tahun.

“Sampai Desember akan terus kita lakukan OTT,” jelas Kasi Penindakan Satpol PP Bantul Sri Hartati saat dihubungi lewat telepon Senin (29/9).

Sampai saat ini, OTT sudah dilakukan sebanyak 10 kali. Pelaku yang ditangkap adalah delapan orang. “Ada yang lolos karena melaju kencang menggunakan motor,” tuturnya.

Dia menyebutkan, lokasi yang kerap ditemukan pelaku pembuangan sampah sembarangan berada di Ketandan, Banguntapan, serta Bugisan. “Sebenarnya sudah dipasang CCTV tapi masyarakat tidak tahu kalau di situ dipasang CCTV,” katanya.

Selama 10 kali OTT dilakukan, dia menyadari setelah terpasangnya CCTV di Kapanewon Sewon, kebiasaan membuang sampah sembarangan mulai berkurang. Meski demikian, masih ditemukan satu hingga dua sampah di beberapa titik rawan pembuangan.

Sri menyebut, pelaku pembuang sampah sembarangan yang terjaring OTT mendapatkan denda Rp 200 ribu sampai Rp 1 juta. “Itu sudah ketahuan beberapa kali dia buang, terus volume sampah yang dibuang juga memengaruhi dendanya,” tuturnya.

Sebagian besar, sampah yang dibuang sembarangan justru berasal dari masyarakat di luar Bantul. “Solusinya (penanganan sampah, Red) juga harus dari kabupaten atau kota lain, itu masing-masing kebijakan daerah,” tuturnya.

Koordinasi dengan kabupaten/kota lain pernah dilakukan, termasuk OTT bersama. Namun karena masing-masing daerah punya jalannya sendiri, terkadang langkah itu tidak selaras.

Dia memastikan, akan terus mengambil tindakan tegas terhadap siapapun yang kedapatan membuang sampah sembarangan di wilayahnya. Dia berharap, setiap rumah tangga bisa mengelola sampah secara mandiri. Selain itu, kabupaten maupun kota lain juga diharapkan menyiapkan solusi masing-masing agar permasalahan sampah bisa teratasi.

“Bantul sebenarnya masih banyak lahan kosong untuk pengolahan sampah mandiri, tapi karena berbatasan dengan kota, persoalan jadi sulit dikelola,” lontarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, upaya OTT merupakan langkah terakhir untuk memberikan efek jera bagi para pelaku pembuangan sampah.

Selain OTT, pencegahan akan dilakukan dengan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat. Serta melibatkan pemerintah kalurahan dalam pengawasan. “Selain itu juga bisa dari aspek kuratif berupa pembinaan lanjutan pada pelaku OTT agar bisa mengatasi sampahnya dan meningkatkan upaya dinas dalam pengawasan ke wilayah,” tuturnya. (cin/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#pembuangan sampah #Dinas Lingkungan Hidup (DLH) #Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) #kamera pengawas #pengolahan sampah di bawean #Bantul #Sampah #titik rawan #DLH Bantul #Pembuang Sampah #operasi tangkap tangan (OTT) #Satpol PP Bantul #OTT