Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kampung Nelayan Merah Putih di Pantai Baru Srandakan Bantul Masih Proses Tahap Awal

Cintia Yuliani • Minggu, 28 September 2025 | 21:11 WIB

Ilustrasi Nelayan yang akan menangkap ikan
Ilustrasi Nelayan yang akan menangkap ikan
BANTUL – Rencana pengadaan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang akan menjadi bagian dari program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di kawasan Pantai Baru, Kalurahan Poncosari, Srandakan, saat ini masih dalam proses tahap awal.

Ketua KDMP Poncosari Paijan mengatakan perkembangannya sudah dilakukan kontrak dengan adhikarya.

"Jadi pelaksanaannya adalah adhikarya yang kemarin mengurus jembatan pandansimo, telah dilakukan penandatanganan, itu sekarang prosesnya sudah di mulai," jelasnya saat dihubungi Minggu (28/9).

Proses pembangunan untuk Sentra kuliner sudah pun dimulai. "Kemarin saya cek itu sudah di lakukan mulai pengurukan," jelasnya.

Sementara itu pembangunan tempat penangkaran ikan (TPI) hanya direhab saja. Ia juga mengatakan nantinya akan ada pabrik es untuk nelayan.

Lurah Poncosari Supriyanto mengatakan, pembangunan tersebut nantinya akan dilengkapi dengan kantor khusus untuk KDMP.

Keberadaan kantor itu sekaligus diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi warga.

“Nantikan di sana (Pantai Baru, Red) dibuatkan kantor untuk KDMP,” jelasnya saat ditemui Minggu (28/9).

Ia berharap dengan adanya program KNMP, kesejahteraan para warga nelayan, kuliner, petani, dan pelaku wisata, serta warga Poncosari bisa meningkat.

Lanjutnya dengan diiringi terbukanya Jembatan Pansansimo, diharapkan situasi dan kondisi akan tetap harmonis, aman, dan terkendali.

“Karena tidak banyak waktu terbuang untuk menganggur dan berpikir negatif dan semoga Poncosari tetap kondusif,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Bantul Fenty Yusdayati mengatakan KNMP memang akan dikaitkan dengan KDMP.

“Jadi biar ada dari hulu ke hilir jalan terus, Kopdes Nelayan kita dukung, jangkauan izin-izin tanah kita siapkan,” jelasnya.

Menurut Fenty, pemerintah juga akan mengawal jika pembangunan fisik KNMP dilaksanakan.

Secara konsep, ia menyebut KNMP tidak berbentuk kawasan rumah nelayan, melainkan lebih pada pusat aktivitas yang dapat digunakan sebagai pangkalan sekaligus tempat menjual hasil tangkapan ikan.

“Kalau itu anggaran pusat ya, yang pusat ada Rp 28 miliar besar juga," jelasnya.

Ia menambahkan, proses pembangunan hingga operasional nantinya juga harus melibatkan warga setempat sehingga bisa membantu menyerap tenaga kerja.

“Itu tentunya sangat bisa membantu pengangguran iya,” katanya.

Fenty menegaskan keterkaitan KNMP dengan KDMP akan memperkuat peran koperasi desa dalam pengembangan usaha nelayan.

“Kebetulan ketua Kopdesnya sudah saya kunjungi ke sana, dikaitkan dengan moda usaha di Kopdes itu,” terangnya.

Ia menyebut program ini juga merupakan bentuk sinergi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Kementerian Koperasi.

Ia berharap keberadaan KNMP biaa menjadi sarana promosi sekaligus menunjukkan aktivitas nelayan secara langsung. (cin)

Editor : Bahana.
#kampung nelayan